Thursday, 19 September 2019

Pembatasan Sepeda Motor di Jabodetabek

Selasa, 7 Maret 2017 — 23:34 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) , Elly Adriani Sinaga, mentargetkan kegiatan strategis BPTJ dapat dilaksanakan pada tahun 2017.

Adapun rencana program yang akan dilaksanakan BPTJ kata Elly antara lain pertama penyusunan rencana Umum penanganan Bottleneck Jalan Nasional, pengendalian pembatasan sepeda motor di Jabodetabek.

Kedua perencanaan teknis integrasi moda di Jabodetabek, park and ride dan kiss and ride di Jabodetabek, sistem pengawasan angkutan secara e-enforcement di Jabodetabek, restrukturisasi perizinan AKAP Jabodetabek, skema pembiayaan pembangunan TOD di Jabodetabek, skema pembiayaan Transjabodetabek, jalur khusus bus di jalan nasional dan perbatasan di wilayah Jabodetabek.

Ketiga pemasangan Fasilitas Keselamatan di Jalan Nasional di Wilayah Jabodetabek (Rambu, Marka, Paku Marka, LPJU), lalu pembangunan dan integrasi ATCS di Jabodetabek Tahap I, kemudian evaluasi kinerja pemenuhan standar pelayanan minimal perusahaan angkutan jalan di wilayah Jabodetabek.

Sosialisasi dan implementasi sistem perizinan angkutan Jabodetabek, rencana umum jaringan trayek angkutan massal di Jabodetabek dan proyek lainnya.

“Semua program telah terkontrak tujuhpuluh dua persen di Maret 2017 ini. Sementara itu untuk kegiatan lelan diharapkan pada Maret 2017 ini bisa mencapai 94 persen,” ujarnya.

Dikatakannya, pada tahun 2017 pagu anggaran BPTJ yang dianggaran oleh Kementerian Perhubungan yaitu Rp.120.444.000.000. (dwi)