Saturday, 25 November 2017

Baru Dua Bulan Direnovasi Plafon Sekolah Sudah Ambrol

Rabu, 8 Maret 2017 — 18:36 WIB
Kondisi plafon ruang belajar kelas V SD N 02 Bambu Apus, Pamulang yang ambrol. (anton)

Kondisi plafon ruang belajar kelas V SD N 02 Bambu Apus, Pamulang yang ambrol. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Baru dua bulan direnovasi namun gedung SD Negeri 02 Bambu Apus, di Jalan Tawes, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) plafon ruang kelas, teras lantai tiga dan WC di lantai dasar ambrol serta beberapa ruang kelas lainnya bocor saat hujan.

Orang tua murid dan sejumlah guru maupun staf pengajar menilai rekanan yang memperbaiki gedung tersebut tak profesional dan harus diusut.

“Jelas kami kecewa masa baru dua bulan diperbaiki tapi kondisinya malah semakin rusak,” kata Ny. Erna, orang tua murid kelas V SD N 02 Bambu Apus, Rabu (8/3).

Ambrolnya plafon ruang kelas, terjadi saat hujan deras dan kebetulan malam hari sehingga tak menimbulkan korban diantara siswa. Tak hanya plafon ambrol tapi beberapa ruang kelas, guru dan perpustakaan hampir semuanya terdapat rembesan air.

Menurut dia, kalau ambrolnya saat jam pelajaran berlangsung tentunya membahayakan siswa. “Kami berharap Pemkot Tangsel melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk memperbaiki secepatnya dan jangan lagi memakai rekanan abal-abal tersebut,” tuturnya kesal.

Edeng, guru setempat, menambahkan perbaikan yang dilakukan beberapa bulan lalu ternyata hasilnya tak maksimal dan terkesan dikerjakan asal jadi serta menggunakan bahan bekas. “Kalau tak bekas tentunya plafon ruang kelas V, teras lantai tiga dan WC tak ambrol tapi hanya rembes saja,” tuturnya kecewa.

BELAJAR DIMUSOLAH

Kepala SDN 02 Bambu Apus, Mamad Spd, mengakui ada tiga ruangan yang plafonnya ambrol dan terjadi di malam hari saat hujan sekitar empat hari lalu. Beruntung tak ada korban dalam peristiwa ambrolnya plafon tersebut.

Ambrolnya plafon dua ruang kelas V, tambah dia, membuat kegiatan belajar dan mengajar terpaksa dipindah ke musolah karena khawatir plafon yang masih tergantung dan rusak bakal ambrol lagi suatu waktu sehingga siswa dipindah kegiatan belajarnya. Ada sekitar 600 siswa yang belajar dan mengajar dengan 19 guru atau staf pengajar di sekolah tersebut.

Tidak hanya plafon yang ambrol tapi perbaikan yang dilakukan rekanan beberapa waktu lalu juga terkesan hanya akal-akalan saja, imbuhnya karena beberapa ruang kelas lain, ruang guru dan perpustakaan kondisinya juga banyak yang rembes terkena air saat hujan.

“Yang jelas perbaikan gedung sekolah ini belum lama paling dua bulan lalu tapi kondisinya malah tambah rusak,” tuturnya yang mengaku sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Tangsel dan langsung dicek ke lokasi serta meminta agar perbaikan tak asal jadi. “Kalau tak permanen atau bagus mendingan jangan diperbaiki karena hanya buang-buang uang saja,” tuturnya. (anton)