Sunday, 16 December 2018

Sohibur Rachman

Karutan Depok Hobi Piara Buaya Sekaligus untuk Jaga Tahanan

Rabu, 8 Maret 2017 — 22:41 WIB
Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Depok, Sohibur Rachman punya hobi memelihara sejumlah hewan buas seperti buaya muara. (Angga)

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Depok, Sohibur Rachman punya hobi memelihara sejumlah hewan buas seperti buaya muara. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Depok, Sohibur Rachman punya hobi memelihara sejumlah hewan buas seperti buaya muara. Buaya sepanjang hampir 2 meter ini sudah dirawat selama 2 tahun juga untuk membantu pengamanan dalam Rutan supaya tahanan tidak kabur.

Sohibur Rachman menyukai memelihara hewan buas, selain buaya juga mempunyai dua anjing doberman sudah dirawatnya sekitar dua tahun.

“Ketertarikan memelihara hewan buas selain hobi karena suka sesuatu hal yang menantang juga untuk membantu penjagaan pengamanan dalam lingkungan Rutan supaya tahanan tidak kabur,”ujarnya kepada Poskotanews.com, di Depok, Rabu (18/3) siang.

Pria yang sayu mengawali karirnya selama tujuh tahun di lapas kelas 1 Makassar. Lantas, ia sempat menjabat sebagai Kepala Satuan Pengamanan (Ka.KPLP) Narkotika Nusa Kambangan Jawa Tengah lalu Kepala Keamanan Lapas Narkotika Cipinang Jakarta Timur.  Ia mempunyai ide memelihara hewan buas di Rutan untuk sebagai pengamanan juga.

“Setiap hari orang yang berjaga di Rutan hanya 4 orang dibantu oleh anggota Polresta Depok. Dari petugas jaga yang ada dalam mengawasi sebanyak 981 warga binaan sangat kurang  untuk memantau para tahanan,” kata Sohibur kelahiran Bangkalan ini.

Selama menjabat Karutan Depok dari mulai Tahun 2015 ini pihaknya terus melakukan berbuat sesuatu yang baik bagi warga binaan termasuk juga pengamanan.

“Pemeliharaan buaya bersama dua anjing doberman masing-masing sudah dirawat sekitar 2 tahun ini mulai dari anak kita taruh di tempat bekas penempatan sampah para warga binaan. Lokasinya pun juga ditempat rawan di belakang sel dimana jika ada tahanan kabur hewan peliharaan kita yang sudah jinak akan memberi isyarat dan petugas cepat datang,”tambahnya.

Berawal dari Nusakambangan

Hobi yang bisa dikatakan unik ini memelihara hewan buas berawal ketika bertugas di Lapas Nusakambangan dimana daerah sekitar penuh dengan hewan buas bagi tahanan tidak dapat kabur.

“Karena saya sukanya berpetualang dan mencari sesuatu hal yang ekstrem kegemaran memelihara hewan buas saya ini saya jadikan untuk dapat digunakan bagi pengamanan juga di Rutan,” demikian.

Sohibur mengakui yang perlu diantisipaai adalah orang dalam yang dapat membantu kaburnya para tahanan. “Tidak tidak pungkuri, ada orang dalam berperan dalam kaburnya warga binaan. Untuk itu setiap bulan sebanyak empat kali kita lakukan pengecekan rutin pemeriksaan kamar dan badan pelaku antisipasi membawa barang yang dilarang,” tambahnya.

Dua anjing doberman yang dirawat, lanjut Sohibur, juga melatih kedua anjing kesayangannya tersebut kepada unit K9 Taipur Divisi 1 Kostrad untuk bagaiman mengetahui ada narkoba, bahan peledak.

“Dua anjing yang kita rawat Kondel anjing Dobermen jantan, sedangkan Lona betina. Untuk buaya karena betina disebut Luna. “Buaya (Luna) kita kasih makan 4 hari dengan ikan lele maupun nila yang dipelihara langsung di sekitar sarangnya sebesar 10×3 M,” ujarnya. (Angga/win)