Wednesday, 29 March 2017

Mogok Narik, Sopir Angkot Sweeping Ojek Online

Rabu, 8 Maret 2017 — 13:17 WIB
Sopir angkutan kota (angkot) di Tangerang mogok massal menuntut dihapusnya angkutan online di Tangerang (imam)

Sopir angkutan kota (angkot) di Tangerang mogok massal menuntut dihapusnya angkutan online di Tangerang (imam)

TANGERANG (Pos Kota) – Sopir angkutan kota (angkot) di Tangerang mogok massal menuntut dihapusnya angkutan online di Tangerang. Namun aksinya itu diwarnai kericuhan, mereka melakukan sweeping terhadap ojek online yang melintas di Jalan Satria Sudirman, Kota Tangerang.

Para sopir angkot ramai – ramai mencegat ojek online yang lewat. Bahkan mereka meneriaki pengemudi angkutan berbasis aplikasi tersebut. Tak hanya meneriaki, mereka juga melakukan intimidasi driver ojek online.

Pantauan PoskotaNews, para sopir angkot ini menghentikan sejumlah pengemudi ojek online. Mereka memaksa penumpang transportasi online itu turun. Ketegangan antara kedua belah pihak pun tak terelakan.

“Punya nyali berapa lo berani lewat sini, bawa penumpang pula,” teriak salah satu sopir angkot.

Melihat ketegangan itu, emosi sejumlah sopir angkot meluap. Secara membabi buta mereka meneriaki pengemudi ojek online tersebut. Bahkan‎ helm pengemudi ojek online dirampas dan dibanting ke aspal hingga pecah.

Beruntung situasi memanas itu berhasil diredam aparat Polrest Metro Tangerang yang datang melerai. Sebagian polisi meminta pengemudi ojek online itu untuk pergi dan sebagian lagi meredakan emosi sopir angkot.

“Sudah-sudah, jangan ribut. Katanya aksi damai,” ujar petugas. ‎

Sampai saat ini, para sopir angkot masih menduduki depan Kantor Walikota Tangerang. Mereka menuntut pemerintah setempat menghapus keberadaan angkutan online karena dianggap melanggar Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan umum. (imam/yp)‎

  • BantenCity OnAction

    BUBARKAN ANGKOT2 DARI KOTA TANGERANG. ANGKOT SUDAH MERESAHKAN SEKALI. ALAT MODA TRANSPORTASI TERBURUK .

    KOTA TANGERANG SUDAH PUNYA BRT !!!

  • Ibnu Maudy Chairi

    heran, seandainya persaingan dihadapi oleh program yang bagus dan produk yang bagus gak akan kayak begini, instansinya harus lebih kreatif