Tuesday, 23 May 2017

Pengemudi Ojek Online Rusak Empat Angkot di Tangerang

Rabu, 8 Maret 2017 — 19:04 WIB
Angkot yang dirusak  bagian kacanya

Angkot yang dirusak bagian kacanya

TANGERANG (Pos Kota) – Aksi demo sopir angkot yang menolak adanya angkutan online menyulut emosi pengemudi ojek online. Empat mobil angkot rusak dirusak di Jalan Kotabumi, Sangiang, Kota Tangerang, Rabu (8/3/2014) petang.

Tak hanya merusak, massa juga menganiya dua sopir angkot. Keduanya tunggang langgang menyelamatkan diri ke rumah warga sekitar. Kericuhan antara pengemudi ojek online dengan sopir angkot terjadi di sejumlah kawasan di Kota Tangerang.

“Saya tiba-tiba diserang pengemudi ojek online, padahal angkot saya tidak beroperasi,” kata Efan, sopir angkot jurusan Sangiang-Cikokol.

Aksi itu merupakan  balasan pengemudi ojek online yang diintimidasi sopir angkot saat berunjuk rasa di Kantor Walikota Tangerang. Dalam peristiwa itu, sopir angkot melakukan sweeping dan kekerasan terhadap pengemudi ojek online.

Sebelumnya pengemudi ojek online juga sempat menggeruduk Mapolres Metro Tangerang. Mereka mendesak polisi segera menangani kasus kekerasan yang menimpa pengemudi ojek online.

(Baca: Pengemudi Ojek Online Nyaris Bentrok dengan Sopir Angkot)

“Kami ke sini mau membuat laporan, karena tadi ada beberapa teman kami dipukuli oleh oknum sopir angkot,” kata Wahyu, pengemudi ojek online yang ditemui di Mapolrestro Tangerang, Rabu (8/3/2017).

Hingga saat ini, ribuan pengemudi ojek online dari berbagai penjuru datang ke kawasan Tangerang. Mereka berputar-putar melakukan melakukan aksi sweeping sopir angkot.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan mengatakan, kedatangan pengemudi ojek online untuk meminta perlindungan hukum. Dirinya pun menyiagakan anggotanya di lapangan untuk mencegah bentrokan susulan. Sebanyak 100 personil Brimob disiagakan dalam kejadian tersebut.

Kapolres menambahkan, pihaknya akan memediasi antara pengemudi ojek online dengan sopir angkot. Harra juga meminta kedua belah pihak menenangkan situasi setelah terjadi bentrok di beberapa titik.

“Kita akan mediasi kedua belah pihak, mendinginkan situasi di Kota Tangeran. Saya bilang cooling down dulu. Malam ini juga kita panggil Organda,” kata Kapolres usai menerima perwakilan pengemudi ojek online. (Imam)

  • Andy Junjun

    Naik angkot mahal lama ngetem banyak copet gak aman.terus galakan supir angkotnya lagi dari pada penumpang.rasain lu angkot ditinggalin konsumen.mangkanya kalo lu mau narik lagi rubah prilaku sopir yang kayak preman.inget untuk supir angkot……. Penumpang adalah raja….. Ok inget itu