Friday, 14 December 2018

Akan Bentuk Pansus MRT, Soni Berencana Temui DPRD DKI

Kamis, 9 Maret 2017 — 10:58 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta,  Sumarsono. (yendhi)

Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono. (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono akan menyambangi DPRD DKI Jakarta untuk meminta klarifikasi mengenai pembentukan panitia khusus (pansus) terkait pemindahan depo MRT. Sumarsono juga bersedia untuk melakukan pertemuan khusus dengan legislatif membahas pansus.

“Hari ini, saya ke DPRD jam dua. Memang untuk mendengarkan paripurna hasil reses, tapi sekaligus, saya akan klarifikasi terkait dengan pembentukan pansus tersebut. Bila perlu, diagendakan secara khusus untuk memberikan pemahaman bersama dengan DPRD,” ujar Sumarsono di Balaikota Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Terkait langkah DPRD membentuk pansus, Soni, demikian ia biasa dipanggil mengatakan, itu merupakan kewenangan yang dimiliki DPRD. Soni juga melihat DPRD DKI merupakan partner yang saling membantu dalam pembangunan Jakarta.

“Pansus untuk kewenangan DPRD. Jadi, bukan eksekutif. Perlu nggak perlu, boleh nggak boleh, bukan dalam posisi saya menjawab. Itu terserah DPRD. DPRD juga punya kewenangan untuk meminta pendapat bahkan memanggil warga atau institusi lain untuk dimintai keterangan atau penjelasan,” jelas Soni.

DPRD DKI berencana membentuk pansus terkiat pemindahan Depo MRT dari Kampung Bandan ke Ancol. Pansus dibentuk karena PT KAI tidak jadi memberikan tanah milik mereka di Kampung Bandan menjadi stasiun dan depo MRT.

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama beralasan pemindahan stasiun depo MRT dari Kampung Bandan ke Ancol dikarenakan ada masalah dengan lahan PT KAI tersebut.

“Kalau kamu nggak setuju mau pasang di mana? Kalo di Kampung Bandan, lahan punya KSI nggak beres gimana? Dia kerjasama swasta gimana?” kata Ahok, Rabu (9/3/2017) kemarin.

Ahok menilai protes pemindahan dari DPRD sengaja digulirkan sebagai perlawanan terhadap dirinya. “Kalau sekarang anggota dewan yang menghalangi itu kamu mau bangun Jakarta apa mau ngerjain gue?” tandas Ahok.

Sebelumnya pembangunan rute Mass Rapid Transit (MRT) fase kedua akan dimulai pada tahun 2019 mendatang. Rute fase dua meliputi Bundaran HI hingga Ancol Timur sepanjang 13,5 kilometer. Untuk pembangunan rute itu, PT MRT melakukan kerjasama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. (ikbal)