Tuesday, 25 September 2018

Korupsi e-KTP, Sekjen PDIP Mengaku Nama Kadernya Dicatut

Kamis, 9 Maret 2017 — 18:53 WIB
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto

JAKARTA (Pos Kota) – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan sudah mengetahui nama-nama kader yang disebut dalam dakwaan jaksa pada sidang perdana tipikor e-KTP, Kamis (9/3/2017). Dalam dakwaan, disebut nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly dan politisi Arif Wibowo. Ketiganya merupakan kader PDI Perjuangan.

Hasto menyebut sudah mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan mengenai keterlibatan mereka. Menurut Hasto, mereka mengakui tidak menerima kucuran dana dari proyek tersebut. Namun Hasto menegaskan partai memberikan sanksi tegas jika terlibat korupsi.

“Siapa pun yang menyalahgunakan kekuasaan akan diberikan sanksi tegas oleh partai. Kami sudah klarifikasi kepada Pak Ganjar, Pak Arif dan Pak Laoly. Yang bersangkutan menyatakan namanya dicatut,” ujarnya saat rapat tim pemenangan di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Kamis (9/3/2017).

Hasto menyayangkan jaksa yang tidak menyebutkan sumber informasi penerima dana korupsi proyek e-KTP. Meski demikian Hasto menyebut pihaknya tetap nenghormati persidangan dan proses hukum yang tengah berjalan itu.

“Tentu kita hormati persidangan tersebut, tapi secara fair harusnya Jaksa Penuntut Umum menyebut informasi tersebut dari mana sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Kita ingin persidangan kredible,” tandas Hasto.

Hasto juga menyebut PDI Perjuangan mendukung penuh upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi di Indonesia. Ia berharap kasus tersebut tidak dipolitisasi.

“Sikap partai, kami dukung pemberantasan korupsi apa yang dilakukan KPK kami dukung. Jangan sampai dipolitisasi,” tutupnya. (ikbal)