Sunday, 22 July 2018

Tujuh Bank Dibobol Rp 836 Miliar dengan Modus Kredit Fiktif

Kamis, 9 Maret 2017 — 17:59 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Bareskrim Mabes Polri menciduk dua tersangka pembobolan tujuh bank dengan modus kredit fiktif senilai Rp836 miliar.

Tersangka HS dari PT RA selaku pengaju kredit yang bekerja sama dengan D selaku manajer representatif bank ditangkap pada 23 Februari 2017.

Dirtipideksus Brigjen Pol Agung Setya menuturkan kasus ini terungkap setelah pihaknya dan bank secara intens melakukan komunikasi atas kasus tersebut. “Ada empat bank yang melaporkan ke kami, bank swasta dan pemerintah,” ujar Brigjen Pol Agung Setya, Kamis (9/3/2017)

Modus kejahatan yang dilakukan HS yakni dengan pengajuan kredit menggunakan nama beberapa perusahaan ke sejumlah bank berbeda. Selanjutnya, HS mempailitkan perusahaan-perusahaan tersebut agar dapat menghindar dari kewajiban pembayaran

Aksi pembobolan bank tersebut dilakukan oleh HS dalam kurun waktu Maret hingga Desember 2015 dengan bantuan D. Sejauh ini, ada tujuh bank yang menjadi korban kejahatan kedua tersangka ini.

Total kerugian untuk bank pemerintah sebesar Rp 398 miliar. Sementara, bank swasta mengalami kerugian hingga Rp 438 miliar.

Sejumlah dokumen pengajuan dan perjanjian kredit modal kerja disita sebagai barang bukti. Bareskrim Polri bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Pusat untuk menelusuri aliran atau penggunaan dana kredit yang didapat HS. “Aset-aset tersangka masih dikumpulkan,” katanya.

Kedua tersangka dijerat dengan tiga pasal berlapis. Yakni, Pasal 49 ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Pasal 263 dan 378 KUH-Pidana dan serta Pasal 3 dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Keduanya terancam pidana penjara selama 15 tahun. (adji)