Friday, 14 December 2018

Angka Kecelakaan Februari 2017 Menurun

Jumat, 10 Maret 2017 — 10:21 WIB
dokumentasi

dokumentasi

JAKARTA (Pos Kota) – Dit Lantas Polda Metro Jaya mencatat terjadinya penurunan kecelakaan pada Februari 2017 dibanding satu bulan sebelumnya.

Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, menjelaskan perbandingan data kecelakaan lalulintas yang terjadi pada Januari dan Februari 2017 tersebut berdasarkan data yang dicatat oleh Satuan Lalu Lintas di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya.

“Pada Januari 2017 terjadi kecelakaan sebanyak 442 kejadian, sedangkan pada Februari 2017 ada 411 kecelakaan. Dengan jumlah tersebut menunjukkan ada penurunan jumlah sekitar 7 persen,” ujar Budiyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/3/2017).

Menurutnya, kecelakaan umumnya disebabkan beberapa faktor yang sebagian besar karena pelanggaran rambu lalulintas. Umumnya, kecelakaan jenis ini terjadi pada pengendara sepeda motor.

“Pada Januari ada 402 kendaraan roda dua mengalami kecelakaan, sedangkan Februari tercatat 352,” katanya.

Pada urutan kedua, kecelakaan terbanyak melibatkan minibus dengan jumlah 108 kejadian pada Januari dan 82 kecelakaan di Februari, kemudian diikuti truk biasa dengan jumlah kecelakaan pada Januari 46 kendaraan dan 37 kecelakana pada Februari.

Dari data yang tercatat, korban kecelakaan sendiri melibatkan sejumlah profesi mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga Mahasiswa atau pelajar. Namun yang paling banyak yakni melibatkan pegawai swasta atau karyawan dengan jumlah pada bulan Januari sebanyak 264 dan bulan Februari 211 orang.

“Pada bulan Januari jumlah korban meninggal dunia 51 orang, luka berat 151 orang, luka ringan 315 orang. Sedangkan pada bulan Februari korban meninggal dunia sebanyak 46 jiwa, luka berat 98, luka ringan 337 orang,” jelas Budiyanto.

Dengan begitu ada penurunan jumlah korban meninggal dunia sebesar 10 persen, dan korban luka berat juga mengalami penurunan sebesar 35 persen. Namun jumlah korban luka ringan terjadi peningkatan sebanyak 7 persen.

Kerugian yang ditimbulkan akibat kecelakaan mengalami peningkatan 23 persen. Jika pada bulan Januari tercatat Rp1.398.100.000, pada Februari mencapai Rp1.608.950.000. (yendhi/yp)