Saturday, 18 August 2018

Jadi Dukun Tak Kuat Godaan Pasien Cantik Malah Dinodai

Jumat, 10 Maret 2017 — 7:15 WIB
gini

MENJADI dukun mestinya kuat iman. Yang terjadi pada Mbah Jambrong, 43, justru berkebalikan. Punya pasien cantik si Yuni, 20, imannya langsung gugur. Berdalih memandikan pasien, di kebun Yuni malah diperkosa. Berhasil melampiaskan nafsu langsung kabur, tentu saja dikejar-kejar polisi Lampung dan tertangkap di Pelabuhan Merak.

Syarat menjadi dukun kebatinan memang lebih berat ketimbang dukun bayi. Dukun bayi asal tahu melayani persalinan, selesai. Dukun kebatinan beda. Dia harus berani laku tirakat, prihatin. Iman juga harus tebal, ibarat triplek yang ukuran 2 senti, bukan 3 mili untuk plafon. Kena air pasti panuan. Soalnya dukun kebatinan punya peluang ketemu pasien cantik. Jika iman kalah sama “imin”, ya berabe jadinya.

Santang yang aslinya dari Serang Banten, sudah beberapa waktu lamanya buka praktek perdukunan di Ketapang, Lampung Selatan. Dia sengaja mengembangkan profesi di lain tempat, sebab ada kepercayaan bahwa dukun itu takkan laku di kampung sendiri. Jadi jika ingin best seller dibanjiri pasien, harus pindah ke lain tempat.

Ternyata betul. Buka praktek di Lampung dengan nama bisnis Mbah Jambrong, langsung banyak pasien. Ada saja yang berobat secara ilmu kebatinan. Apalagi Santang ini tak pernah pasang tarif, berapa pun pasien memberi diterima. Yang penting ikhlas bagi pasien, halal bagi mbah dukun.

Nama besar Mbah Jambrong rupanya sampai juga ke wilayah Sumbersari, Palas. Keluarga Samijo, 50, sedang prihatin karena putrinya sakit tak kunjung sembuh. Mau dibawa ke rumahsakit tak pegang kartu BPJS, sehingga jalan paling praktis cukup ke Mbah Jambrong. Kakek muda ini memang tidak mata duitan, diberi Rp 50.000,- pun sudah mau.

Samijo mengajak putrinya ke Mbah Jambrong. Melihat calon pasiennya lumayan cantik, si dukun jadi gugur imannya. Maklum bini jauh di Serang, sedangkan dia sudah lama tidak “ngetap olie”. Maka saran Mbah Jambrong kemudian, Yuni harus dimandikan air kembang. Untuk baju salin diminta diambil ke rumah dulu, yang jaraknya tidak kurang dari 10 Km dari tempat praktek Mbah Jambrong.

Samijo menurut saja. Saat orangtuanya pergi Yuni lalu diajak ke kebun belakang rumah untuk dimandikan pakai air kembang. Namanya orang mandi, benar-benar gadis itu ditelanjangi sampai tanpa selembar benang pun. Awalnya Mbah Jambrong mengguyur tubuh mulus Yuni dengan air kembang yang dibacakan jampi-jampi, tapi lama-lama tak tahan juga.

Akhirnya Mbah Jambrong berasalan, agar proses penyembuhan lebih cepat, harus dilakukan transver energi lewat persetubuhan. Sebetulnya Yuni menolak, tapi karena Mbah Jambrong mengancam sekeluarga akan dibikin tumpes kelor (mati semua), lama-lama Yuni takut juga, sehingga dia pasrah saja digarap sampai tuntas tasss.

Anehnya, selesai berbuat si dukun berfatwa bahwa terapi pengobatan ini jangan diceritakan pada keluarga, nanti kehilangan daya magisnya. Tentu saja Yuni jadi curiga dan sadar bahwa hanya dikadali. Diancam mau dilaporkan polisi, buru-buru Mbah Jambrong kabur menyelamatkan diri.

Rencananya dia mau kabur ke Serang, alias pulang kampung. Tapi polisi Polres Merak sudah dikontak polisi Lampung, sehingga begitu turun kapal dari Lampung langsung disergap dan ditarik ke Lampung lagi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Saya sudah lama nggak ketemu istri,” kata Santang di depan polisi pemeriksa.

Lama tak ketemu bini kok orang lain yang ketempuhan. (JPNN/Gunarso TS)