Saturday, 22 September 2018

Jokowi Janji Bereskan Hambatan Ekspor Furniture

Sabtu, 11 Maret 2017 — 23:46 WIB
Jokowi saat   meresmikan Pembukaan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) Tahun 2017, di Jakarta, Sabtu (11/3). (Ist)

Jokowi saat meresmikan Pembukaan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) Tahun 2017, di Jakarta, Sabtu (11/3). (Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi menegaskan pemerintah segera membereskan hambatan ekspor furnitur. Masalah itu akan diselesaikan dengan baik untuk pelaku-pelaku yang sulit mencarikan solusi.

Demikian disampaikan Jokowi saat meresmikan Pembukaan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) Tahun 2017, di Jakarta, Sabtu (11/3)

Turut hadir Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan.Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto.

Presiden menilai industri furniture dan kerajinan ini menggunakan bahan baku 100 persen dari Indonesia, menyerap banyak tenaga kerja dan produknya berorientasi ekspor yang menghasilkan devis “Ini tiga hal penting di industri ini, mebel dan kerajinan,” ujar Jokowi.

Presiden menyampaikan bahwa pelaksanaan pameran tahun ini telah berubah dibandingkan tahun lalu, termasuk adanya seleksi dari peserta pameran.

“Desain-desain produk yang ada di dalamnya baik rotan, kayu, bambu, besi, metal semuanya kelihatan sekali sudah berubah. Ini memang harus karena perubahan global cepat sekali. Kalau enggak bisa mengikuti, ya ditinggal,” ucap Presiden.

Setelah adanya perubahan desain, kata Jokowi, hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara memasuki pasarnya. “Apakah harga-harga kita bisa berkompetisi?” ucap Presiden.

Jokowi menambahkan pesaing pengusaha funitur Indonesia dalam pasar ekspor furnitur ini adalah pengusaha furnitur asal Vietnam dan Malaysia. “Saya kira dengan desain-desain yang baik seperti ini kita bisa meningkatkan (ekspor),” kata Jokowi.

Untuk mencapai target nilai ekspor furnitur dan kerajinan mencapai 5 miliar dolar AS, Presiden mengatakan bahwa akan segera dilakukan pertemuan antara Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Menteri BUMN, dan Kepala Bekraf pada pekan depan.

“Akan kita kumpulkan, agar nanti yang disampaikan ketua HIMKI, masalah yang berkaitan dengan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu). Hambatan perpajakan nanti akan kita bicarakan dan selesaikan,” ujar Jokowi.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto menyatakan dalam waktu 3,5 tahun ke depan, nilai ekspor furnitur dan kerajinan (craft) dari kayu dan rotan diperkirakan akan dapat menyentuh 5 miliar dolar AS.

Ia menambahkan target yang cukup tinggi ini dapat diwujudkan asalkan berbagai masalah yang ada saat ini turut dibenahi. Sebagai gambaran, nilai ekspor furnitur dan kerajinan pada tahun 2015 mencapai 2,6 miliar dolar AS.

“Kita juga harus terus memangkas regulasi-regulasi. Oleh karena itu HIMKI mengundang Menteri Dalam Negeri supaya aturan-aturan di daerah tidak diplintir-plintir, ada pungli yang dibungkus dengan regulasi,” ucap Soenoto. (Johara)