Thursday, 22 August 2019

Kodim 0619 Purwakarta dan Distan Gelar Panen Raya

Sabtu, 11 Maret 2017 — 10:08 WIB
Dandim 0619 Purwakarta Letkol Inf Ari Maulana dan Kadistan Purwakarta Agus Rachlan serta para Danramil sukses menggelar panen raya di Desa Benteng, Kec Campaka, Purwakarta, (dadan)

Dandim 0619 Purwakarta Letkol Inf Ari Maulana dan Kadistan Purwakarta Agus Rachlan serta para Danramil sukses menggelar panen raya di Desa Benteng, Kec Campaka, Purwakarta, (dadan)

PURWAKARTA (Pos Kota) – Dinas Pertanian Purwakarta dan Kodim 0619 Purwakarta sukses menggelar panen raya di Desa Benteng, Kecamatan  Campaka, Kabupaten  Purwakarta.

Panen raya dilaksanakan di area 90 hektar dari 105 hektar luas ubinan pertanian di Benteng. Dihasilkan tujuh ton gabah/hektar.

“Alhamdulillah hasil panen cukup menggembirakan. Tentunya kesuksesan ini tak lepas dari fungsi pendampingan Kodim 0619 Purwakarta dalam pertanian,” ujar Kadistan Purwakarta Agus Rachlan, Jumat.

Menurut dia, panen raya ini tergolong sukses ditengah cuaca ekstrim akibat masih tingginya curah hujan diwilayah ini. Hama wereng sempat menyerang tanaman padi petani di desa tersebut namun berhasil dikendalikan oleh petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT). “Kita klasifikasikan serangan wereng di Desa Benteng masih berskala ringan,” jelas Agus.

dandim

Lebih lanjut Agus menegaskan kondisi dibeberapa daerah diwilayahnya secara kultur berbeda beda. Hasil panen ada yang untuk dikonsumsi sendiri dan ada juga dijual ke konsumen. “Pemerintah melakukan Sergap (Serapan Gabah Petani) untuk menjaga harga gabah hasil panen petani stabil. Lembaga membeli gabah petani itu Bulog,” jelasnya.

Agus menambahkan, untuk satuan pembelian gabah, pemerintah telah menentukan HPP Gabah Kering Giling (GKG) Rp 4600/kg dan Gabah Kering Panen (GKP) Rp 3700/kg.

Di tempat yang sama, Dandim 0619 Purwakarta Letkol Inf Ari Maulana mengatakan, dalam pendampingan produktifitas pertanian diwilayahnya pihaknya menjaga agar petani untung dan sejahtera.

Salah satunya dilakukan Sergap melibatkan Bulog agar harga gabah hasil panen petani stabil. “Tentunya tak keluar dari HPP. Jadi kalau ada transaksi diluar standar HPP, itu tidak dibenarkan,” tegas Dandim.

Program pemerintah ini tentunya sangat pro rakyat. Pemerintah ingin melihat petani sejahtera. “Perpres teranyar, mengamanati Bulog berkewajiban membeli gabah milik petani diluar kualitas dengan kadar air 30 persen. Ini mengindikasikan pemerintah begitu ingin menyejahterakan para petani,” pungkas Dandim. (dadan/win)