Sunday, 26 March 2017

Penodaan Bini Dimaafkan Tapi Proses Hukum Lanjut

Sabtu, 11 Maret 2017 — 7:20 WIB
seli

PUNYA dua rumah malah jadi masalah, itulah nasib Zulkarnen, 59, warga Pontianak (Kalbar). Bininya, Rianti, 40, tiba-tiba seneng tinggal di rumah yang satunya lagi. Nggak tahunya dibuat mesum dengan oknum TNI, sampai digerebek warga. Kasus penodaan bini itu dimaafkan, tapi proses hukum tetap lanjut.

Setiap keluarga selalu mendambakan punya rumah sendiri. Tapi tak semuanya bisa tercapai, sebab belakangan harga rumah makin menggila. Untuk di Jakarta misalnya, harganya bisa Rp 1 miliar lebih. Maka ketika ada Cagub DKI menjanjikan rumah dengan DP nol persen, banyak yang tertarik meski tak masuk akal. Apa nggak asyik tuh? Sudah dapat rumah tanpa DP, yang kebetulan jadi RW akan dapat pula bantuan tiap tahun antara Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar.

Zulkarnaen tak pernah mengimpikan janji-janji Cawagub tersebut, karena dia memang bukan warga Jakarta, melainkan warga Pontianak Barat, Kalbar. Dia sendiri kebetulan keluarga beruntung, setelah pensiun dari pekerjaan malah punya dua rumah. Yang satunya ditempati, yang satunya lagi di Kompleks Sawo Permai
dikontrakkan.

Keluarga dengan dua rumah, logikanya musti mereka keluarga mapan. Itu memang betul. Namun Ny. Rianti sebagai istri Zulkarnaen, tak bahagia juga dengan memiliki tempat tinggal bagus di mana yang satunya di kompleks real estate. Secara materi memang terpenuhi, tapi yang non materi belakangan ini Rianti memang sangat amat sangat menderita.

Maklum, dalam usia kepala empat sekarang, dia tak pernah lagi mendapat kepuasan batin dari suami, yang usianya hampir kepala enam. Terpaut usia 19 tahun memang membuat rumahtangga itu kedodoran. Ibarat tentara, Rianti masih Akabri, suami sudah Pepabri. Senjata organiknya memang tetap sama, tapi dengan peluru duabelas komah tujuh, tembakannnya tidak akurat lagi, sering meleset.

Lantaran suami sudah tak rosa-rosa macam Mbah Marijan, diam-diam Rianti mencari solusi. Dia ketemu lelaki yang benar-benar tentara, namanya: Kopral Jono, 35, tapi ini nggak pakai Oo… Usianya terpaut 5 tahun lebih muda, sehingga gadis mana yang takkan rindu akan dikau, gayamu yang perkasa mirip panglima, ramah-tamahmu membikin gila wanita…..

Betul! Jangankan gadis, yang sudah punya suami saja macam Rianti berhasil dibikin gila. Sekian minggu kenal dengan oknum TNI ini, Rianti telah merasakan betapa perkasanya Oo…. Kopral Jono ini. Lewat kamar-kamar hotel, istri Zulkarnaen ini memang telah rela menyerahkan “aset” miliknya demi kepuasan badani.

Untuk melanggengkan hubungan terlarang ini, ketika rumah kontrakan di Sawo Permai habis, Rianti bermaksud menempati sendiri. Alasannya, jenuh di rumah lama, tempatnya bising, kumuh. Beda dengan yang di real estate, sangat nyaman. Di samping tertata, juga sejuk, cuma nggak ada RPTRA-nya, wong Ahok bukan Gubernur Kalbar. Lalu katanya pada suami, “Kalau Mas tak mau tinggal di sana, biar aku sendiri saja.”

Meski suami tak mengizinkan, benar-benar Rianti tinggal di sana. Sudah beberapa minggu ini dia tinggal di Sawo Permai, sementara suami dan anak-anak tak diurus. Lama-lama Zulkarnaen curiga, apa lagi ada informasi bahwa sering ada tentara bertamu ke rumah. Curiga bahwa istri punya PIL, Zulkarnaen mengadakan penyelidikan.

Sekali dua kali gagal, tapi yang ketiga kalinya Zulkarnaen melihat ada tentara muda bertamu ke rumah Sawo Permai, lama sekali. Dia segera kontak POM untuk diadakan penggerebekan. Keduanya benar-benar tertangkap basah, tidur dalam satu kamar meski sedang tidak berbuat. Rianti sudah minta-minta ampun. Secara pribadi Zulkarnaen bisa memaafkan keduanya, tapi karena ini menyangkut penodaan bini orang, ya proses hukum jalan terus.

Jika Kopral Jono jadi tersangka dinon-aktifkan nggak? (JPNN/Gunarso TS)