Friday, 20 April 2018

TNI AL Tangkap 2 Kapal Malaysia Masuki Wilayah RI

Minggu, 12 Maret 2017 — 23:30 WIB
Kapal yang ditangkap karena dokumennya tidak jelas (doc)

Kapal yang ditangkap karena dokumennya tidak jelas (doc)

JAKARTA (Pos Kota) -Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal I menangkap dua kapal berbendera Malaysia, KHF 1785 dan FKPB1781. Kapal tersebut menggunakan alat Pukat Trawl untuk memangkap ikan di perairan Ujung Aceh Tamiang.

Menurut Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal I Belawan, Mayor Laut (KH) Sahala Sinaga penangkapan kapal nelayan asing itu menggunakan Kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Peudawa Lanal Lhokseumawe. Kapal asing itu langsung digiring dan diamankan.

Kronologi sebelum penangkapan ada informasi yang dilaporkan kepada Komandan Lanal Lhokseumawe Kolonel Marinir Nasruddin dari Nelayan setempat.

“Tim WFQR Lantamal I langsung dikerahkan memburu dan menangkap kedua kapal Malaysia tersebut. Selain menangkap menggunakan Trawl juga telah melanggar batas wilayah Perairan Indonesia,” ujar Sahala, Minggu (12/3)

Ia menyebutkan, kedua kapal tangkapan itu masing-masing membawa 5 orang ABK sehingga dari dua kapal tersebut ada 10 ABK. Sebagian besar ABK berkebangsaan Myanmar. Ditambahkan, Tim WFQR Lantamal I tidak hanya mengamankan 10 ABK tersebut, melainkan juga menemukan alat pengisap sabu (Bong) yang digunakan nelayan.

“Diduga ABK asing tersebut, sebagai pemakai narkoba, dan jalur yang digunakan kapal berbendera Malaysia itu, merupakan destinasi masuknya barang haram tersebut. Seluruh ABK Kapal Malaysia itu, diamankan di POS AL Langsa untuk diperiksa,” kata Sahala.(us)