Monday, 19 November 2018

Hakim Perintahkan Polisi Bebaskan Tersangka Pembunuh Pengusaha Airsoft Gun

Senin, 13 Maret 2017 — 20:28 WIB
Otak tersangka pembunuh pengusaha (tutupi kepala) digiring polisi

Otak tersangka pembunuh pengusaha (tutupi kepala) digiring polisi

MEDAN (Pos Kota)- Majelis Hakim meminta Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho membebaskan terduga otak pelaku pembunuhan yang menewaskan Indra Gunawan alias Kuna, pengusaha airsoft gun di Medan.

Jalan persidangan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Medan dipimpin majelis hakim tunggal Eringtuah Damanik, Senin (13/3).

Menurut Eringtuah Damanik, alasannya mengabulkan praperadilan yang diajukan Siwaji Raja alias Raja Kalimas karena penyidik Polrestabes Medan, tak miliki alat bukti yang kuat.

Salah satunya, kepolisian tak mampu menghadirkan saksi yang melihat langsung bahwa Raja memerintahkan ataupun membayar para tersangka lainnya untuk menghabisi Kuna.

Atas keputusan tersebut, penetapan status tersangka Raja atas kasus dugaan pembunuhan pengusaha airsoft gun di Medan harus bebas demi hukum. Serta memerintahkan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho agar mengeluarkan Raja dari sel tahanan.

Selain tak punya alat bukti, hakim yang juga merangkap sebagai Humas PN Medan ini menyebut Polrestabes teledor lantaran langsung menembak Rawindra alias Rawi yang disebut-sebut mengetahui aksi pembunuhan ini.

“Saksi itu yang harus melihat dan mengalami. Namun saksi yang dihadirkan termohon hanya saksi yang mendengarkan. Dia hanya mendengar Raja pernah mengancam Kuna. Ini kan tidak cukup bukti. Kemudian saksi polisi juga mengatakan adanya pengakuan dari Rawindra yang dibayar Raja. Tapi kenapa si Rawi ditembak, dia ini kan kuncinya, kenapa harus dihilangkan? Berarti polisi teledor,” ungkapnya.

Selain itu, majelis hakim meminta agar Kapolrestabes membayar denda sebesar Rp 1 juta kepada Siwaji Raja. Denda itu sesuai pertimbangan, dimana keuangan negara saat ini sedang dalam keadaan tidak baik.

Menyikapi kekalahan di sidang praperadilan ini, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memerintahkan evaluasi proses penyelidikan dan penyidikan kasus itu.

“Kita harus melakukan evaluasi secara menyeluruh atas proses penyidikan dan pembuktian yang sudah kita lakukan,” kata Rycko.

Dalam pandangannya, kekalahan penyidik dalam sidang praperadilan merupakan kejadian biasa. “Apapun keputusan hakim harus dihormati sebagai sebuah sistem peradilan di Indonesia,”ujar Rycko.

Rycko menduga kekalahan penyidik disebabkan beberapa pembuktian belum sampai kepada hakim sehingga putusannya menerima permohonan Siwaji Raja.

Hingga saat ini, Polda Sumut belum memutuskan langkah yang akan diambil pascaputusan praperadilan yang mengabulkan permohonan Siwaji Raja.

Sebelumnya, Siwaji Raja mengajukan gugatan praperadilan terhadap penyidik Polrestabes Medan atas penetapan tersangka dan penahanan dirinya terkait kasus pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna. Pengusaha airsoft gun ini tewas setelah ditembak di depan tokonya di Jalan Ahmad Yani, Medan, Rabu (18/1) pagi. (samosir)