Sunday, 18 November 2018

Baru Keluar dari Kantor Polisi, Terduga Otak Pembunuhan Pengusaha Airsoftgun Ditangkap Kembali

Selasa, 14 Maret 2017 — 20:45 WIB
Siwaji Raja (sal di leher) terduga otak pelaku pembunuhan pengusaha reparasi senjata airsoftgun ditangkap kembali.

Siwaji Raja (sal di leher) terduga otak pelaku pembunuhan pengusaha reparasi senjata airsoftgun ditangkap kembali.

MEDAN (Pos Kota)- Terduga otak pelaku pembunuhan pengusaha reparasi senjata dan airsoftgun Indra Gunawan alias Kuna terpaksa kembali mendekam ke sel tahanan.

Pasalnya, baru satu langkah keluar dari gerbang Polrestabes Medan, Siwaji Raja alias Raja Kalimas langsung ditangkap kembali oleh beberapa personil polisi berpakaian preman.

“Selamat pagi Pak, kami membawa surat penangkapan terhadap Bapak,” kata salah satu polisi, Selasa (14/3).

Mengetahui dirinya akan ditangkap, Raja kebingungan. Begitu juga, tim penasihat hukum juga terlibat aksi saling dorong dengan puluhan petugas kepolisian.

Menurut Zulheri Sinaga, kuasa hukum Raja, pihak Polrestabes Medan telah melanggar hukum dan mengabaikan putusan pengadilan.
(BACA : Hakim Perintahkan Polisi Bebaskan Tersangka Pembunuh Pengusaha Airsoft Gun)

“Seharusnya polisi harus mematuhi dan menghormati putusan pengadilan yang menvonis bebas Raja saat persidangan di Pengadilan Negeri Medan, kemarin,”katanya.

Tidak hanya kuasa hukum Raja, pihak keluarga juga tidak menerima dan ngotot untuk masuk ke dalam Mapolrestabes Medan.

Menyikapi penangkapan kembali Raja, Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho mengatakan penangkapan ini dilakukan karena penyidik berkeyakinan pengusaha tambang itu terlibat dalam kasus penembakan Kuna.

“Setelah gelar perkara, yang bersangkutan masih kuat dan patut diduga sebagai pelaku yang turut serta. Oleh karena itu, yang bersangkutan kami tetapkan kembali sebagai tersangka,” kata Sandi kepada wartawan.

Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini mengatakan, pihaknya telah melakukan pembaharuan administrasi. Sehingga saat keluar dari Polrestabes Medan, Raja ditangkap kembali.

“Kami sudah berupaya memberikan surat perintah penangkapan, namun dibuang dan dicampakkan oleh keluarganya,”jelasnya.

Meski mendapat penolakan, polisi tetap membuat nota acara penolakan. Sandi tetap berkeyakinan Raja terlibat dalam kasus penembakan Kuna.

“Ada hal yang belum disampaikan penyidik kepada hakim. Namun, berdasarkan keterangan telematika, dijelaskan bahwa tersangka memiliki keterlibatan saat para tersangka berkumpul,”ungkapnya.

Menyikapi persoalan ini, Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho mengaku siap apabila pihaknya dipraperadilankan kembali.

“Kamis sudah mematuhi putusan pengadilan. Maka dari itu, pagi tadi Raja diserahkan lebih dulu kepada keluarganya, lalu ditangkap lagi di depan Mapolrestabes,”tutup Sandi.

Sebelumnya, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Medan kemarin, Siwaji Raja memenangkan gugatan praperadilan dan wajib dibebaskan. (samosir)