Friday, 26 May 2017

JPU Pikir-pikir Tolak Saksi Meringankan Ahok

Selasa, 14 Maret 2017 — 9:26 WIB
Ketua JPU, Ali Mukartono.(ikbal)

Ketua JPU, Ali Mukartono.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendatangkan tiga orang saksi yang meringankan. Ketiganya merupakan saksi dari Bangka Belitung (Babel) dan dinilai dekat dengan kehidupan Ahok sehari-hari.

Pada sidang pekan lalu Selasa, (7/3/2017) Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak satu saksi yakni Andi Analta Amier, yang merupakan kakak angkat Ahok. Saksi ditolak JPU karena pernah hadir dalam sidang pembuktian sebelumnya.

Ditanya apakah JPU kembali akan menolak saksi, Ketua JPU, Ali Mukartono, mengatakan akan melihat situasi dalam sidang terlebih dahulu. Ali juga menjelaskan JPU menolak keterangan saksi tetapi karena saksi yang tidak diperbolehkan dalam undang-undang.

“Lihat situasi seperti apa. Kemarin bukan menolak. Keterangannya tidak ada masalah cuma undang-undang yang menolak,” ujarnya di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).

(Baca: Ingin Korek Sisi ‘Islami’ Terdakwa Ahok, Kuasa Hukum Datangkan Saksi Dari Belitung)

Sebelumnya Kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama akan menghadirkan tiga orang saksi pada sidang lanjutan kasus penodaan agama di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017). Tiga saksi tersebut meruapakan orang-orang yang dekat dengan Ahok semasa hidup di Belitung.

“Hari ini kita akan menghadirkan saksi yang meringankan yaitu Pak Juhri, Pak Suyanto dan Pak Fajrun. Ini ada temen Pak Basuki saat SD ada masyarakat sana yang tahu kehidupan Pak Basuki,” ujar Teguh.

Juhri, S. Pd. I merupakan PNS, Penilik Dinas P dan K Kabupaten Belitung, Provinsi Babel, sedangkan Suyanto adalah sopir Dusun Ganse RT 023, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Babel dan Fajrun merupakan teman SD Basuki Tjahaja Purnama, Dusun Lenggang, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kbupaten Belitung Timur.
(ikbal/sir)