Thursday, 21 September 2017

Usut Sponsor Bandit Asing

Selasa, 14 Maret 2017 — 5:22 WIB

JARINGAN penjahat internasional menjadikan Indonesia sebagai ‘surga’ kejahatan. Mulai dari gembong mafia narkoba hingga jaringan penipuan internasional, merasa aman bersembunyi di negeri ini.

Berkali-kali digerebek polisi, bandit ‘impor’ tetap menyerbu masuk Indonesia. Puluhan orang ditangkap, tapi ratusan orang terus datang silih berganti. Mereka tidak takut dengan hukum di Indonesia. Bukan tidak mungkin, ada ‘bos besar’ yang mensponsori mereka.

Kasus terbaru, aparat Polda Metro Jaya menggerebek rumah mewah yang dijadikan markas komplotan penjahat asing di Kompleks PIK (Pantai Indah Kapuk), awal Maret 2017. Penangkapan 62 orang warga Taiwan yang ada di rumah itu bahkan melibatkan kepolisian Taiwan.

Indonesia dianggap negara yang aman oleh penjahat internasional, ini tidak terbantahkan. Indikasi ini bisa dilihat dari seringnya polisi menggerebek rumah mewah yang disewa oleh sindikat penipu asal negara lain. Bukan hanya di Jakarta, di kota besar lain seperti Surabaya, Medan, Bandung dan lainnya polisi beberapa kali menangkap komplotan bandit asing.

Pertanyaan yang mengemuka, mengapa penjahat-penjahat asing dari Taiwan, Cina, Hongkong dan lnegara lainnya begitu longgar masuk ke negara ini. Ada sejumlah kemungkinan mengapa bandit asing tidak bisa dibendung. Pertama, hukum di Indonesia bisa jadi dianggap begitu tumpul hingga orang asing pun tidak takut melakukan kejahatan.

Kedua, ada jaringan terstruktur rapih yang mengatur mereka mulai dari sponsor, agen, kaki tangan yang menyediakan fasilitas di Indonesia. Spekulasi yang berkembang, sindikat ini ada yang melindungi. Alasannya, mereka dengan mudah bisa menyerbu masuk ke Indonesia dan dengan nyamannya menyewa rumah di kompleks perumahan elit.

Kita tentu tidak ingin negara ini dianggap negara lain sebagai ‘tempat sampah’ bersembunyia penjahat yang diburu kepolisian di negeri asalnya. Kita juga tidak ingin hukum di negeri ini tumpul, birokrat gampang disuap, dan tudingan-tudingan buruk lainnya.

Ini adalah PR bagi kepolisian untuk mengusut siapa sponsor dan pelindung bagi bandit-bandit asing di negeri ini, dan seret mereka ke meja hijau. Pihak Imigrasi juga dituntut meningkatkan pengawasan bagi warga asing yang datang berkedok sebagai turis, padahal penjahat. Malu kita kepada negara lain bila dianggap negeri ‘markas’ penjahat. **