Wednesday, 22 November 2017

Dituduh Ganggu Bini Orang Main Tembak Pakai Senpira

Rabu, 15 Maret 2017 — 7:30 WIB
tembak-nahinidia

AGAKNYA Maryono, 36, ini pendek orangnya, pendek pula sumbunya; gampang emosi. Dituduh suka ganggu Mirna, 35, bini tetangganya, langsung emosi. Memang ada tabayun, tapi tak ada titik temu, sehingga keduanya sama-sama emosi. Saking gregetan, Johan, 40, suami Mirna ditembak tengkuknya pakai senjata api rakitan (senpira).

Hadits Nabi mengatakan, fitnah lebih kejam ketimbang pembunuhan. Tapi kemudian ada yang memaknai: kalau begitu tukang fitnah dibunuh saja. Inilah yang dilakukan Maryono, warga Kabupaten Musi Rawas (Sumsel). Gara-gara tak terima dituduh begituan, dia tega menembak Johan yang masih famili sendiri juga. Untung saja yang ditembak tidak sampai wasalam.

Terus terang, bini Johan ini memang lumayan cantik di lingkungannya. Sekali melihat penampilan Mirna, mata lelaki normal pasti akan terpukau, kemudian otak berpikir yang ngeres-ngeres. Tapi kemudian dia sadar bahwa di rumah masih ada istri, sejelek apapun. Apa lagi di kolom ini sering ditulis: secantik apapun bini orang, itu hanya ikan hias yang kita hanya boleh memandang, tidak boleh menggorengnya.

Johan sebagai pemilik domain, agaknya sadar resiko punya bini cantik, akan suka dilirak-lirik orang. Kalau lirak-liriknya saksi kepada terdakwa dalam sidang Ahok, efeknya kepada tuntutan jaka. Tapi lirak-liriknya lelaki ke wanita cantik, efeknya kepada ajakan ke kamar hotel. Jika mau sama mau, beres semuanya. Tapi perempunya tak menanggapi, jadi kayak orang makan thengkleng Solo, sudah kadung theng…. tapi tak pernah kleng!

Seperti itu juga opini batin Johan. Dia punya daftar lelaki siapa saja yang suka lirak-lirik bininya tersebut. Katanya, kalau saya beberkan, pasti geger Karangjaya sini. Lagaknya mau meniru Ketua KPK Agus Rahardjo. Paling celaka, bahkan saudara sepupunya sendiri, Maryono, masuk radar dan daftarnya. Malah ini ada catatan kakinya: juga menggoda!

Catatan kaki itulah yang membuat Johan jadi cemburu, dia suka rerasanan pada pihak lain bahwa Maryono suka menggoda bininya. Meski ini ada tambahan pesan: jika bukan kamu takkan saya beritahu, tapi justru pesan serupa disampaikan pihak lain lagi kepada pihak yang mau diberitahu. Akibatnya kabar itu menyebar dan akhirnya sampai ke telinga Maryono.

Tentu saja Maryono tidak terima difitnah suka ganggu bini orang. Jaman sekarang lho, takutnya hal beginian jadi viral di medsos. Ketika hadits Nabi mengingatkan, fitnah lebih kejam dari pembunuhan, dia justru memaknai terbalik: kalau begitu penebar fitnah dibunuh saja. Buktinya dia langsung ambil senpira dan mencari Johan di rumahnya.

Awalnya memang ada tabayun, tapi karena yang satu cemburuan dan satunya sumbu pendek, akhirnya senpira itu menyalak dan menyerempet tengkuk Johan. Suami Mirna terkapar, Maryono kabur dengan menyeberang sungai. Tapi dapat ditangkap penduduk seberang dan diserahkan ke Polres Musi Rawas. Untung saja Johan masih bisa diselematkan, tidak sampai wasalam.

Khawatir istri ditiduri orang, hampir saja Johan tidur selamanya. (JPNN/Gunarso TS)