Sunday, 24 September 2017

Malala Yousafzai Dapat Tawaran Universitas Terkenal di Inggris

Rabu, 15 Maret 2017 — 1:37 WIB
Di hadapan para kepala sekolah dalam konfrensi tahunan Asosiasi Pemimpin Sekolah dan Perguruan Tinggi, Malala mengatakan harus ujian untuk mencapai tiga A demi memenuhi tawaran beasiswa.

Di hadapan para kepala sekolah dalam konfrensi tahunan Asosiasi Pemimpin Sekolah dan Perguruan Tinggi, Malala mengatakan harus ujian untuk mencapai tiga A demi memenuhi tawaran beasiswa.

PERAIH Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai menerima tawaran bersyarat dari universitas terkenal di Inggris.

Remaja berusia 19 tahun, yang sedang menempuh sekolah lanjutan tahap akhir, mengungkapkan dalam konferensi bahwa ia fokus mencapai persyaratan tersebut.

“Saya telah menerima tawaran bersyarat yakni tiga nilai A,” kata Malala, yang ditembak oleh Taliban tahun 2012 karena kampanyenya tentang hak-hak anak perempuan untuk pendidikan.

Sambutannya mendapat tepuk tangan meriah dalam konferensi Asosiasi Sekolah dan Perguruan Tinggi di Birmingham.

Malala, yang lolos dari maut usai diserang dalam perjalanan pulang dari sekolah di Pakistan, tidak mengungkap universitas mana mengajukan tawaran kepadanya.

Tapi, awal tahun ini ia mengatakan kepada majalah Newsweek bahwa ia baru-baru ini melakukan wawancara untuk meraih gelar di Universitas Oxford.

Lady Margaret Hall adalah bagian dari Universitas Oxford yang pertama kali menerima mahasiswi dan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto belajar di sana.

“Saat ini saya sedang belajar,” ujar Yousafzai mengatakan dalam konferensi tersebut.

“Saya harus ujian dan saya menerima sebuah tawaran bersyarat yakni (harus mendapatkan) tiga nilai A. Itulah yang menjadi fokus saya sekarang dan saya berharap bisa melanjutkan aktivitas saya dan juga melanjutkan studi.”
Soal menerima Nobel Perdamaian

Ia menegaskan bahwa di samping meraih gelar, ia akan terus bekerja untuk Yayasan Malala, yang mengkampanyekan anak-anak perempuan di seluruh dunia untuk bisa belajar minimal 12 tahun demi meraih pendidikan yang berkualitas.

“Tujuan saya adalah untuk memastikan bahwa setiap anak, baik anak perempuan maupun laki-laki, bisa mendapatkan kesempatan untuk bersekolah.

“Ini adalah hak dasar mereka sebagai manusia, jadi saya akan bekerja untuk itu dan saya tidak akan pernah berhenti sampai saya melihat anak terakhir pergi ke sekolah.

“Dan saya benar-benar berterima kasih kepada Anda semua atas dukungan serta dorongannya terhadap saya untuk menjalankan misi ini.

“Itulah yang membuat saya dan menjaga saya tetap kuat, jadi terima kasih banyak untuk itu dan terima kasih karena telah memberi saya kesempatan untuk berbicara.”

Remaja tersebut juga memancing tawa dari para peserta konfrensi, ketika ia mengungkapkan bahwa ia pikir melakukan kesalahan saat dipanggil keluar dari kelas pelajaran kimia dan diberitahu ia menjadi penerima Nobel.

Ia mengatakan kepada delegasi, “Tiba-tiba, wakil kepala sekolah kami muncul di kelas dan saya cukup kaget, karena mengapa dia memanggil saya? Saya pikir saya melakukan kesalahan?

“Ia memanggil saya untuk keluar, lalu saya menemuinya dan ia berkata ‘Kamu telah memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian’, jadi itu adalah sebuah kejutan besar, dan saya berkata ‘terima kasih’.” (BBC)