Sunday, 26 March 2017

Abcd……………

Kamis, 16 Maret 2017 — 6:12 WIB
kambing-milik-jokowi

KAMBING paling bahagia adalah kambing-kambing gembel milik Presiden Jokowi. Hanya 5 kambing di Indonesia yang bisa merasakan jadi piaraan Presiden RI dan boleh tinggal di kandang Istana Bogor. Ketika kambing-kambing itu melahirkan, ungkapan kegembiraan presiden nyaris seperti terhadap cucu saja layaknya. Tapi sebagai presiden yang bermasa kecil wong ndesa, sangat bisa dipahami. Itu sekedar pelepasan nostalgia.

Ternyata di Istana Bogor Presiden Jokowi tak sekedar piara kodok, tapi juga beternak kambing. Jelas yang mengurus dan kasih rumputnya a pegawai Istana, bukan presiden sendiri. Jokowi paling-paling menikmati suara embeeeeek dan emeeeeek-nya di pagi hari. Sambil pakai sarung menyaksikan tingkah polah kambing-kambing itu, mengingatkan saat jadi wong ndesa di Solo beberapa puluh taun lalu.

Sejak dua minggu lalu kambing-kambing Jokowi beranak. Pertama lahirkan dua anak, kedua satu anak, dan beberapa hari lalu lahir lagi dua anak, sehingga kini kambing presiden menjadi 10 ekor. Dari video vlog yang bisa dilihat di Youtube tersebut, terlihat Jokowi bergembira sekali. “Kelahiran ini rahmat dari Allah, dan kelahiran adalah sebuah pembaruan amanah dan berkah yang bermakna optimisme,” kata presiden.

Dari Youtube itu tampak Presiden Jokowi sangat menikmati kelucuan kambing-kambing itu. Bagi orang yang pernah bermasa kecil di desa, sangat bisa memahami ungkapan Jokowi. Itu ungkapan khas wong ndesa ketika hewan ternaknya sering beranak. Dia sangat berbahagia karena bertambahnya ternak-ternak itu berarti ada penambahan nilai ekonomi buat keluarga.

Jokowi yang di masa kecilnya hidup tak jauh dari sungai, sangat gembira ketika bersama teman-teman menemukan endhog bebek di pinggiran. Maka ketika kambing-kambing piaraannya beruntun beranak sehingga dari lima ekor menjadi 10 ekor, bergembira luar biasa. Tentu saja kebahagiaan yang dicapai sekarang sangat beda makna ketika jadi wong ndesa dulu.

Saat jadi wong ndesa, kelahiran ternak sangat bernilai ekonomi. Tapi setelah jadi Presiden RI, tentu saja kelahiran cempe-cempe itu takkan berpengaruh bagi kantong pribadi Jokowi. Lewat kambing-kambingnya tersebut, presiden hanya ingin melepas nostalgia masa lalunya, ketika masih jadi wong ndesa, yang gemar memelihara ternak.

Sayang kambing-kambing piaraan presiden ini tak ada yang berwarna hitam mulus. Jika ada kan bisa dimanfaatkan politisi-politisi Senayan, buat kambing hitam dalam kasus e-KTP. – gunarso ts