Tuesday, 19 September 2017

Masih Ada Bini di Rumah Anak Tiri Pekok Diembat

Kamis, 16 Maret 2017 — 6:29 WIB
kal

AGAKNYA otak Narsipin, 58, ini isinya selangkangan melulu. Bagaimana tidak? Di rumah masih ada istri, Salimah, 36, yang lumayan muda, eh anak tirinya yang pekok (idiot) diembat juga sampai melahirkan. Ironisnya, ketika warga curiga dia beralasan pelakunya orang jalanan yang tak dikenal, padahal itu mah dia sendiri.

Yang namanya bapak tiri celamitan, di Kalimantan maupun di Jawa ternyata sama saja kelakuannya. Lihat anak tirinya nampak mulus, meski sebetulnya gadis itu agak idiot, dipaksa juga jadi medan pelampiasan nafsu. Padahal istri sendiri masih ada, yang halalan tayiban wa asyikan, dan siap melayani 24 jam kecuali hari besar dan hari Minggu.

Bapak tiri celamitan bin empot-empotan itu namanya Narsipin, warga Rinding, Teluk Bayur, Berau, Kaltim. Dia menikahi janda Salimah sekitar 5 tahun lalu, ketika Indun anak bawaan istri baru berumur 14 tahun. Saat Narsipin menikah banyak yang mengacungkan jempol, pertanda salut. Sebagai lelaki oversek, kok masih bisa menggaet janda muda. Lalu ilmunya apa?

Jawab Narsipin waktu itu sederhana saja, harus rajin pakai ilmu hitam. Lho kok begitu? Pakai black magic kan haram hukumnya. Ternyata bukan itu maksudnya. Ilmu hitam di sini ternyata pakai semir untuk menghitamkan rambut. Paling tidak seminggu sekali harus pakai “ilmu hitam” itu, niscaya masih laku lagi di pasaran.

Penampilan Narsipin memang nampak 10 tahun lebih muda dari usia rielnya. Usia kala itu 55 kelihatannya masih 45 saja, sehingga Ny. Salimah tak keberatan dipersuntingnya. Sebab dengan jadi istri mantan PNS ini, kebutuhan perut dan yang di bawah perut semuanya dijamin 100 persen.

Seiring dengan perjalanan waktu, eh lama-lama Salimah jenuh juga. Ekspetasi terlalu tinggi, sehingga fakta di lapangan jauh berbeda. Tongkrongan Narsipin memang masih nampak oke, tapi “tangkringan”-nya tak lagi menjanjikan. Jika Salimah protes, jawab Narsipin enteng saja, “Kata Wapres JK dulu, lebih cepat lebih baik!”

Karena bini sekarang setengah hati dalam pelayanan, kini Narsipin juga menyikapi bininya hanya seperempat hati. Artinya, jarang sekali minta jatah, jika tidak kepepet banget. Lalu bagaimana solusinya? Gampang! Rumah tinggal saja bisa dikredit dengan DP nol persen, apa lagi hanya sangkar untuk burung miliknya.

Ternyata, diam-diam selama ini Narsipin menggauli anak tirinya yang agak tidak normal itu. Awalnya sih nonton TV bareng di ruang tamu. Kebetulan istri sudah tidur di kamarnya. Tanpa sungkan dan risih dia mengajak Indun berhubungan sebagaima layaknya suami istri. Karena diancam, ABG itu menurut saja.

Ketika tiba-tiba Indun hamil, Narsipin menebar berita hoax bahwa Indun suka keluar malam, lalu di jalan diperkosa orang. Warga percaya saja, begitu pula istrinya. Semua ikut prihatin dan berdoa, semoga saja pelakunya cepat ketemu, biar dihajar warga Rinding sini sampai babak belur. “Malah kalau saya, begitu ketemu mau saya lelep-lelepin di kali depan itu.” Kata Narsipin, padahal itu artinya lelepin diri sendiri.

Ketika bayi Indun lahir, kedok Narsipin benar-benar terbongkar. Sebab bayi lelaki itu wajahnya mirip banget dengan Narsipin. Berarti orang jalanan di malam hari itu ya Narsipin sendiri. Tegakah warga nggebukinya? Ternyata tidak. Setelah bertimbang rasa selama 2,5 bulan akhirnya skandal ini dilaporkan ke Polsek Telukbayur dan Narsipin ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengakui beberapa kali menggauli anaktirinya. “Cuma 10 kali kok Pak.” Kata Narsipin polos.

Sepuluh kali kok cuma, yang cuma-cuma berapa sih? Koplak! (JPNN/Gunarso TS)