Wednesday, 21 November 2018

Akses Pengobatan Penderita Kanker Payudara Perlu Diperbaiki

Jumat, 17 Maret 2017 — 13:20 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota)- Lebih dari 70 persen penderita kanker payudara mengalami kematian atau kesulitan keuangan pada tahun pertama setelah didiagnosis. Karena itu dibutuhkan perbaikan akses terhadap pengobatan kanker dan proteksi finansial yang memadai untuk biaya sakit.

Hal tersebut mengemuka dalam forum edukasi media bertema Beban Kanker Payudara Terus Meningkat, Dibutuhkan Akses Pengobatan Lebih Baik bersama Roche Indonesia, kemarin.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Lily Sulistyowati yang diwakili dr Aries Hamzah mengatakan prevalensi kanker payudara di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Ini adalah jenis kanker tertinggi diderita oleh perempuan di Indonesia  dimana pada 2012 tercatat insiden kanker payudara mencapai 48.998 kasus dengan angka kematian 19.750 penderita.

“Angka kematiannya sangat tinggi karena sebagian besar penderita terdiagnosis setelah stadium lanjut,” kata dr Aries.

Padahal jika ditemukan sejak dini, kanker payudara sebenarnya bisa disembuhkan. Banyak pasien kanker payudara yang menjadi survivor saat ini bisa melakukan aktivitas kesehariannya secara normal.

Karena itu, diperlukan kampanye terus menerus untuk menyadarkan perempuan Indonesia agar melakukan upaya pemeriksaan dini kanker. Pemeriksaan dini kanker bisa dilakukan dengan Sadari atau dengan Mamografi.

Selain memiliki daya yang mematikan, kanker payudara juga merupakan jenis penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan sangat mahal. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, biaya pengobatan kanker menduduki peringkat 4 terbanyak setelah stroke, jantung dan diabetes melitus.

Obat-obatan kanker itu sendiri harganya relatif sangat mahal. Oleh karena itu upaya meningkatkan akses penderita kanker terhadap obat-obatan dan fasilitas kesehatan, PT Roche Indonesia terus berkerjasama dengan pemerintah agar terapi-terapi terbaru kanker bisa diakses pasien JKN.

“Sebagus apapun obat kanker, jika akses pasien terhadap obat dan inovasi terapi terbatas, maka tidak akan banyak manfaatnya,” kata Lucia Erniawati, Head of Corporate Affairs and Acces Roche Indonesia.

Selain itu PT Roche Indonesia juga terus berupaya melakukan kampanye kalahkan kanker dan mari sadari yakni periksa payudara sendiri. Pencegahan melalui deteksi dini akan memudahkan proses pengobatan dan menekan biaya pengobatan kanker. (faisal/win)