Tuesday, 19 September 2017

Ayo, Buka-bukaan?

Jumat, 17 Maret 2017 — 6:50 WIB
kopi-pait

MASIH gaduh? Bukan sekadar gaduh, tapi ada juga yang ‘kebakaran jenggot!’. Pokoknya berbagai perasaan bercampur baur, deh! Was-was, kesal, keki, gundah gulana, dan dak dik duk!

“Bayangkan saja, saya nggak tahu menahu soal korupsi apa itu? Ini fitnah. Saya bilang fitnah, sekali lagi fitnah yang sangat kejam! Pokoknya saya nggak terima, ayo kalau berani kita sama-sama buka-bukaan. Kita gelar sidang hak angket! “ kata lawan bicara Bang Jalil, yang bicara melalui telepon selulernya.

“Ya terserah Bapak aja deh. Kalau nggak salah, ya tenang aja nggak usah ribut. Kalau mau buka-bukaan, ya tunggu saja di pengadilan!” ujar Bang Jalil, yang sebenarnya sudah malas mendengar debat kusir yang nggak ada habis-habisnya.

“Bapak mau ikut buka-bukaan?” Tanya sang istri, sambil menyediakan kopi. Bang Jalil nggak menjawab, dia malah meraih kopi panas, dan langsung menyeruput.

“Jangan Pak, malu. Memang Bapak mau ikutan main video porno. Sudahlah, kita lagi prihatin sama bocah-bocah yang dimanfaatkan orang-orang gila yang menjajakan seks anak-anak lugu tersebut. Lagian badan Bapak kan sudah keriput, ngapain juga buka-bukaan?” kata sang istri .

“Ibu nggak usah ngaco, nih uang belanja. Dan beli yang murah-murah aja. Kalau cabe masih mahal, ya nggak usah nyambel!” ujar Bang Jalil.

“Bukan cabe aja yang mahal,Pak. Semua mahal!”

“Ya, sudah puasa aja…! Eh, tapi jangan lupa kalau gula kopi harus dibeli!” kata Bang Jalil.

“Hemm, orang diminta puasa. Bapak malah ngopi?” kata sang istri.

“Bapak mau ikut sidang hak angket!”

“Memang Bapak jadi supir angkot? Kok ikut sidang angkot?” Tanya sang istri.

Bang Jalil nyengir. Hanya nyengir, dia sendiri nggak paham apa itu hak angket? – massoes