Sunday, 26 March 2017

Bila Bu Dokter Kesengsem “Dongkrak” Milik Sopir Bus

Jumat, 17 Maret 2017 — 7:04 WIB
nyetiri

DOKTER kan status, orang dan barangnya sama saja. Maka jangan heran, dr. Sari, 31, dari Tulungagung (Jatim) ini justru kesengsem pada “dongkrak” sopir bus bernama Wahyudi, 29. Begitu kesengsemnya, dia rela tinggalkan keluarga sampai kemudian digrebek suami sendiri, Ojo, 35. di rumah kos-kosan karena sedang suntik-suntikan.

Begitu banyak pernik-pernik kehidupan ketika orang sedang menekuni profesi. Dalang bisa kesengsem dengan sindennnya, tukang kendang naksir penggender. Pilot bisa jatuih cinta pada pramugari, guru mengawini bekas muridnya. Sering ketemu di iklim yang sama, akhirnya berlanjut untuk bisa bersatu pula dalam kamar yang sama. Lalau mau ngapain, hayo?

Dokter Sari dari Tulungagung, ternyata juga terbelit dinamika kehidupan semacam itu. Ketika ada pasien muda meriang dan pusing-pusing, dia ikut-ikutan panas dingin. Masalahnya pasien bernama Wahyudi ini, tampan, bicaranya memikat. Bu dokter lagaknya jadi masih kembali seperti gadis saja, mengembangkan emosi cintanya dan siap menerima resiko selanjutnya.

Dokter selalu berlatar belakang SMA jurusan Ilmu Pasti, itu artinya mereka yang berotak cerdas dan berpikir berdasarkan logika. Tapi menghadapi Wahyudi yang hanya sopir bus tersebut, dia jadi menafikan statusnya. Katanya, sopir bus dan dokter itu kan hanya status sosial. Orang dan barangnya sih tetep sama saja, perempuan butuh lelaki dan lelaki butuh perempuan. Jika sudah cocok, segala predikat akan ditanggalkan. Jangankan hanya predikat, jika sudah cocok baju dan celana juga ditanggalkan kok.

Sari memang sudah kadung kesengsem berat. Tak peduli sudah ada anak, suami juga jadi PNS bermasa depan, tega mencampakkannya untuk bisa dekat dengan Wahyudi. Meski sudah tidak sakit pun, Wahyudi sering datang ke tempat praktek, mengaku sebagai pasien terakhir. Artinya, Wahyudi “diperiksa” saat pasien lain sudah bubar. Di kamar praktek keduanya ngobrol ngalor ngidul, panel diskusi tentang pengembangan cinta kasih mereka.

Ketika asisten dokternya sudah pulang, keduanya menyempatkan waktu khusus di hotel. Di situlah mereka berbagi cinta bak suami istri. Di sinilah paling lucu. Dokter kan biasanya menyuntik pasien, tapi kali ini justru Bu Dokter yang “disuntik” pasien sampai beberapa ampul obat. Biasanya disuntik pringas-pringis, kini malah merem melek. Dongkrak sopir bus ternyata luar biasa!

Lama-lama Ojo sebagai suaminya jadi curiga, kok pelayanan terhadap dirinya sang istri menjadi sangat beda. Makin dingin, makin dingin. Ibarat listrik dulu masih 240 volt penuh, sekarang tinggal 110 Volt persis PLN jaman Orde Lama. Melayani suami Kartikasari gelem ora-ora, seperti petugas pajak mengejar nunggak TA, yang penting: singkap, tembus, lega…………

Ojo mulai menebar mata-mata, mengumpulkan segala informasi dari teman sekerja hingga rumput yang bergoyang. Lama-lama dapat juga informasi yang A-1 bahwa Bu Dokter memang punya PIL seorang sopir bus. Kalau kencan biasanya di rumah kos darerah Ngujang Kecamatan Kedungwaru.

Diam-diam Ojo mendatangi daerah itu. Ternyata benar, rumah kos-kosan yang dihuni Bu Dokter memang ada di situ. Dengan bantuan polisi, kamar yang ditempati pasangan mesum itu didobrak. Di dalam memang ada dr.Sari tidur seranjang dengan sopir bis Wahyudi. Untung saja Ojo meski hati panas kepala masih dingin, sehingga kasus ini hanya diteruskan ke Polres Tulungagung.

Dokter kok tertarik sopir bis, dongkrak miliknya ukuran berapa sih? (JPNN/Gunarso TS)