Saturday, 25 November 2017

Enam Pejabat Pemkot Jakarta Utara Diperiksa Kejaksaan Agung

Jumat, 17 Maret 2017 — 0:03 WIB
Gedung Bundar Kejaksaan Agung

Gedung Bundar Kejaksaan Agung

JAKARTA (Pos Kota) – Enam pejabat Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU) Tata Air Jakarta Utara diperiksa intensif terkait proyel swakelola alias proyek pengendali banjir, Jakut, 2013 dan 2014, di Kejaksaan Agung.

“Mereka masih berstatus sebagai saksi.Tim penyidik memeriksa mereka untuk pemberkasan dua tersangka, yang sudah ditahan di Rutan Kejagung, ” kata Kapuspenkum Muhammad Rum, di Kejagung, Kamis (16/3).

Keenam pejabat yang diperiksa adalah Abu Bakar mantan Kasi Kecamatan Cilincing, Eko Bambang Santoso (mantan Kasi Kecamatan Penjaringan), Abu Sukri (mantan Kasi Kecamatan Tanjung Priok), Gatot Dwi Hermawan (mantan Kasi Kecamatan Kelapa Gading), Body Margotrisno (mantan Kasi Kecamatan Koja) dan Dody Firmansyah (mantan Kasi Kecamatan Pademangan).

Mereka diperiksa sejak pukul 09.00 WIB, di Gedung Bundar, Kejagung sampai petang. Dari informasi terakhir, tim penyidik tengah mengembangkan kasusnya guna menetapkan tersangka baru. Sampai, kini sudah 21 orang saksi diperiksa.

Proyek Swakelola di Jakut dan empat wilayah kota lain, bersumber dari APBD DKI tahunn anggaran 2013 -2014, dengan nilai Rp92 miliar lebih.

TERSANGKA BARU

Kasubdit Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Yulianto menyatakan pengusutan kasus ini tidak berhenti kepada dua tersangka yang telah ditetapkan.

Yakni, KA yang menjabat Kasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sumber Daya Alam Susin PU Tata Air Jakut sesuai Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-143/F.2/Fd.1/11/2016 tanggal 11 November 2016 dan tersangka S (Bendahara Pengeluaran Tahun 2013-2014 berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-142/F.2/Fd.1/11/2016 tanggal 11 November .(ahi)