Thursday, 20 September 2018

Setiap Hari, 8 Ton Sampah Kepulauan Seribu Diangkut

Jumat, 17 Maret 2017 — 15:57 WIB
Petugas Dinas LH dan PPSU sedang membersihkan sampah wilayah Kep. Seribu. (Joko)

Petugas Dinas LH dan PPSU sedang membersihkan sampah wilayah Kep. Seribu. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta tiap hari terus membersihkan sampah di perairan Kabupaten Kepulauan Seribu. Kegiatan yang mengerahkan seratusan petugas gabungan tersebut, tiap hari rata-rata mengangkut antara tujuh san delapan ton sampah.

“Kami akan terus galakkan aksi kebersihan di perairan wilayah Kep. Seribu, baik kawasan pantai maupun tengah laut,” ujar Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Isnawa Adji, Jumat (17/3/2017). Dalam kegiatan tersebut, petugas mengerahkan puluhan kapal dan truk pengangkut sampah. “Dalam beberapa kali kegiatan saja, hasilnya sudah kelihatan. Kondisi perairan kini sudah semakin bersih,” tambahnya.

Kasudin LH Kab. Kep. Seribu Yusen Hardiman menambahkan bahwa pihaknya tiap hari mengerahkan petugas, termasuk PPSU berkeliling ke sejumlah pulau menggunakan kapal. Petugas diprioritaskan membersihkan kawasan belasan pulau berpenghuni seperti Pulau Pramuka, Tidung, Untung Jawa, dan lainnya. “Tiap hari kami menyambangi dari pulau ke pulau untuk membersihkan sampah yang berasal dari masyarakat berbagai daerah,” jelas Yusen.

Menurutnya, sampah yang berserakan di kawasan pantai Kep. Seribu, bukan hanya berasal dari warga pulau. “Melainkan banyak juga sampah dari daratan Jakarta, Tangerang, Banten, dan Lampung, semuanya tumplek-blek ke wilayah kami,” papar Yusen. Selain itun sampah dari wisatawan bahari juga lumayan banyak. “Khususnya kepada wisatawan, kami sering membagikan kantung plastik agar mereka tidak buang sampah sembarangan,” tambahnya.

Sedangkan kepada warga pulau, kata Yusen, pihaknya terus menggalakkan bank sampah maupun pemberdayaan masyarakat untuk mendaur ulang sampah. “Target kami wilayah perairan kawasan pulau bersih tanpa kotoran sampah. Untuk mewujudkan hal ini, kita butuhkan dukungan banyak pihak, termasuk masyarakat dan swasta,” papar Yusen. (joko)