Saturday, 27 May 2017

Jangan Emosi, Bung!

Sabtu, 18 Maret 2017 — 6:48 WIB
CEKEK

BANYAK cara dan program dari berbagai lembaga agar masyarakat tenang. TNI misalnya, mengusung slogan ‘damai itu indah’. Polisi juga begitu, sama. Intinya minta agar masyarakat tidak melakukan berbagai tindak kriminal, menjaga ketertiban, keamanan, menuju hidup nyaman dan tenteram.

Banyak usaha, sebenarnya agar masyarakat tenang. Ada acara di TV dan lembaga keagamaan dengan tujuan agar warga tenang, dingin hatinya. Kayaknya, para ulama, ustad dan cendikiawan agama, selalu bilang bahwa hidup harus saling hormat-menghormati. Tak pandang siapa mereka, apa suku, asal usul dan keyakinannya.

Tapi sayang, sekarang ini orang pembawaannya panas terus. Nggak orang besar, nggak orang kecil, sama saja. Nggak boleh tersinggung sedikit. Bahkan, hanya karena berita gosip alias hoax, yang belum tentu kebenarannya, langsung saja marah membabi buta.

Gampang banget menghabisi nyawa orang lain. Masalah yang seharusnya bisa diselesaikan secara musyawarah, diakhiri dengan kekerasan.

Jadi nggak ada selesainya. Apalagi ditambah dengan isu yang menyesatkan, misalnya Si Anu dibunuh oleh anggota kelompok Anu. Lalu kelompok lain, langsung emosi, nggak pikir panjang dan siap perang. Bayangkan saja, dengan senjata tajam di tangan, mereka nggak berpikir kalau itu bisa melukai sampai membunuh orang.

Kasus kekerasan, kayaknya nggak ada habis-habisnya. Di Yogyakarta, kota seniman dan budaya juga sudah dirambah oleh kelompok geng motor ‘klitih’ yang anggotanya anak-anak muda dan tega membunuh.

Kayaknya, petugas lah yang harus tegas. Jangan biarkan geng-geng yang nggak karuan dibiarkan berkembang. Bahaya.

Kalau satu bangsa, satu tanah air ribut terus, bagaimana kalau ada musuh dari luar? Hemm, bisa kalangkabut, dong? -massoes