Tuesday, 19 September 2017

Karang Para Lokasi Wisata Baru di Sukabumi

Sabtu, 18 Maret 2017 — 1:18 WIB
Jembatan Hati salah satu tempat favorit di Kara Para

Jembatan Hati salah satu tempat favorit di Kara Para

SUKABUMI (Pos Kota) – Karang Para, tempat wisata alam anyar cocok menjadi salah satu destinasi wisata bagi yang suka menikmati panorama alam alami dan suasana pedesaan.

Di objek wisata yang baru nge-hits sekitar empat bulan ini terdapat berbagai batu karang menyerupai beragam bentuk seperti masjid, hiu, para (atap), goa, dan lainnya. Lokasinya yakni di Kampung Padaraang, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Keunikan lainnya, di lokasi wisata alam seluas 12 hektare ini terdapat jembatan yang dibentuk menyerupai hati sehingga dikenal dengan Jembatan Hati. Cocok sekali untuk dijadikan tempat selfie karena view di atas Jembatan Hati ini langsung mengarah ke sebagian Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi, terutama Pajampangan.
Pemandangan hamparan sawah hijau, permukiman, dan gunung menambah suasana kian menyatu dengan alam. Tak ketinggalan selama berada di Karang Para, pengunjung disuguhi udara sejuk dan bisa merasakan buaian angin lembut pegunungan langsung.

Soal fasilitas, jangan khawatir. Pengelola Wisata Karang Para yang merupakan warga sekitar kerja bareng dengan pemerintahan desa setempat ini sudah menyiapkannya. Mulai toilet umum, mushola, tempat wudhu, dan warung sudah ada, dari pintuk masuk hingga di puncak pegunungan sudah tersedia.

karang-para-sukabumi

Berbicara tarif, berkunjung ke Wisata Karang Para bisa jadi berwisata hemat. Bayangkan saja, per orang hanya dikenakan tarif Rp 2000 memasuki kawasan Karang Para tanpa dibatasi waktu. Tarif tambahan sebesar Rp2000 lagi dirogoh apabila mau berselfie di Jembatan Hati. Selebihnya, gratis.

Pun fasilitas parkir kendaraan, baik motor maupun mobil terbilang murah dan aman. Pengelola sudah menyiapkan lokasi parkir kendaraan di bawah Karang Para yang terbilang luas. Tarif parkir untuk motor Rp2000 dan mbil Rp5000.

Ade Saepul (40), pengelola menjelaskan lokasi Karang Para merupakan tanah desa. Oleh karena itu, pengelolaannya melibatkan pihak desa yang dilaksanakan oleh warga setempat. Semenjak diperkenalkan enam bulan lalu, kata dia, banyak wisatawan yang berkunjung. Terutama empat bulan terakhir, per hari rata-rata pengunjung di hari kerja sekitar 200 hingga 300 orang.

“Kalau Sabtu atau hari Minggu, rata-rata pengunjung bisa mencapai 2000 orang. Di sini itu menyuguhkan berbagai karang berbentuk cantik dan indah serta ditambah oleh pengelola berupa jembatan berbentuk hati. Kami masih terus membenahi fasilitas-fasilitas lainnya,” ungkap Ade saat ditemui Pos Kota, Jumat (17/03/2017).

Disebutkan Ade, publikasi Karang Anyar yakni melalui berbagai jejaring media sosial. Dia optimis, lokasi wisata yang baru dikelola sekitar 12 hektar dari 25 hektare ini ke depannya bakal menjadi destinasi wisata favorit. “Hasil dari retribusi dipergunakan lagi untuk membenahi lokasi di sini. Kami yakin ini akan menjadi tempat favorit karena menyuguhkan nuansa desa alami,” tuturnya.

Untuk mencapai ke lokasi Karang Para, pengunjung yang enggan melewati jalan rusak bisa masuk dari ruas Jalan Padjadjaran, Gunungguruh-Lio Cikujang. Jarak dari ruas Jalan Padjadjaran, sekitar 1,5 kilometer dan bisa dilewati menggunakan sepeda motor dan mobil standar meskipun kondisi jalannya agak menanjak. Bahkan jenis city car pun bisa nyaman melintasinya. Jalan rusak berupa berbatu tidak lebih dari 30 meter.

Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan jenis off road, apabila dari arah Sukabumi lebih baik memakai pintu masuk dari Jalan Mangkalaya-Cisaat, tepatnya di pertigaan Pasir Badak, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh. Jika masuk lewat jalur ini hanya sekitar satu kilometer namun kondisinya jalannya berbatu dan rusak.

“Lokasinya enak, dan murah. Begitu masuk ternyata lebih tertata sehingga kami nyaman. Kebetulan, saya ikut keluarga ke sini begitu tahu dari jejaring Facebook dan teman-teman,” ucap pengunjung asal Kecamatan Cicurug, Yoga Arya Suhada (15).

Yoga yang masih duduk di bangku kelas I SMAN Cicurug ini mengaku kerasan setelah berlibur ke Karang Para. Rencananya, dia bakal kembali lagi apabila datang musim liburan sekolahnya. (sule)