Tuesday, 19 September 2017

Kematian Bahrumsyah Tidak Perlu Ditangisi

Sabtu, 18 Maret 2017 — 6:37 WIB
bahrumsyah

KABAR tewasnya Bahrumsyah atau Abu Muhammad al Indonesi di Suriah, kecuali keluarga, tak ada yang menyesali. Juga tak perlu ditangisi. Karena dialah orang Indonesia yang salah jalan, mengajak anak muda untuk membenci negara sendiri, ngesot (menghamba) ke ISIS demi menegakkan daulah khilafah.

Setelah dia, kapan Bahrun Naim menyusul? Dia juga anak muda RI yang minggat ke Suriah demi mengacau keamanan bangsa sendiri dengan alasan sebagai jihadis.

Menurut laporan KB Al-Masdar News, pria asal Indonesia itu meninggal setelah kendaraan penuh bahan peledak yang ditumpanginya menuju unit Angkatan Bersenjata Suriah meledak di Palmyra pada Senin, 13 Maret 2017.

ISIS membenarkan kematian Bahrumsyah pada Selasa lalu melalui media sosial. Namun organisasi militan itu mengklaim serangan yang dilakukan Abu Muhammad al Indonesi—sebutan Bahrumsyah—itu sukses menghancurkan musuh mereka.

Bila berita itu benar adanya, kecuali keluarga tentunya, tak ada yang meratapi di negeri ini. Seperti Bahrun Naim, Bahrumsyah juga mahasiswa geblek yang salah jalan gara-gara tercuci otaknya oleh paham radikal, agar memusuhi negara sendiri karena telah dikuasai toghut (pemerintahan iblis).

Bahrumsyah dari IAIN Jakarta dan Bahrun Naim dari UNS Solo, keduanya jebolan perguruan tinggi. Mereka korbankan studinya, untuk bikin kacau negeri sendiri dengan alasan jihad fisabilillah.

Dari Suriah Bahrumsyah–Bahrun Naim terus merekrut anggota baru, untuk menjadi teroris generasi penerus. Dananya diperoleh dari TKI-TKI yang berhasil dicuci otaknya lewat internet. Lalu uang dari para TKI itu dikirim ke calon ‘pegantin bom’, yang di antaranya para tukang bubur.

Catatan BNPT hingga September 2015, tidak kurang 600 WNI yang tergiur menjadi ISIS. Dari jumlah itu 53 sudah meninggal, 4 jadi korban bomber, lainnya mati terlantar. Ternyata banyak yang salah informasi, di Suriah katanya bekerja di pertambangan minyak, ternyata..? – gunarso ts