Monday, 20 November 2017

Metode DSA Atasi Serangam Stroke Secara Sempurna

Sabtu, 18 Maret 2017 — 12:06 WIB
Temu media RS Premier tentang penanganan stroke. (Ist)

Temu media RS Premier tentang penanganan stroke. (Ist)

JAKARTA (Pos Kota) –  Pengobatan stroke kini memasuki babak baru. Dengan metode Digital Substraction Angiography (DSA), serangan stroke bisa disembuhkan secara sempurna.

“Banyak pasien stroke saya yang mendapat serang  siang hari kemudian kita lakukan penanganan sesuai prosedur. Malamnya bisa pulang dan paginya bekerja seperti biasa,” papar DR Dr Wismaji Sadewo, SpBS (K), spesialis bedah syaraf RS Premier Jatinegara di sela edukasi kesehatan bagi kalangan media yang digelar Ramsay Sime Darby Care Indonesia dengan tema Center of Excellence Update, Sasbtu (18/3/2017).

Meski bisa diatasi dengan baik melalui metode DSA, tetapi berlaku syarat khusus. Terutama terkait pemanfaatan golden periode serangan stroke. Jangan sampai pertolongan diberikan lebih dari 6 jam setelah serangan.

Sebab, kata DR Wismaji, otak hanya memiliki kemampuan bertahan dari kerusakam tidak lebih dari 6 jam. Jika pertolongan menggunakan metode DSA dilakukan setelah 6 jam hasilnya tidak optimal. Karena syaraf otak di area serangan sudah mengalami kerusakan.

Stroke diakui DR Wismaji menjadi jenis penyakit yang mematikan. Selain itu juga mengakibatkan kecacatan permanen bagi penderita yang terselamatkan dari kematian. Seperti badan mati separuh, lumpuh dan kehilangan memori.

Karena itu, Dr Wismaji menyarankan agar setiap orang melakukan upaya pencegahan terhadap stroke dengan perilaku dan gaya hidup sehat. Seperti olahraga cukup, makanan buah dan sayur dengan jumlah cukup, hindari stres, istirahat cukup dan cek kesehatan secara rutin. Juga hindari hal-hal yang memicu munculnya penyakit yang menyerang pembuluh darah dalam otak ini seperti rokok.

Operasional DSA pada pasien stroke memungkinkan dokter memperoleh gambaran yang akurat mengenai kondisi pembuluh darah otak. SDA sangat unggul dan akurat untuk penanganan stroke baik yang terjadi karena penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) maupun karena perdarahan (stroke hemoragik).

Terapi DSA ini jelasnya, tidak hanya bisa untuk menangani kasus stroke. Penyakit jantung, terapi nyeri di leher, pinggang dan wajah serta kanker juga bisa dilakukan dengan DSA.

Beberapa keuntungan dari metode DSA ini, pasien tidak harus melalui operasi besar seperti pengangkatan batok kepala atau bedah toraks, bisa menyentuh daerah paling dalam meski letaknya dibalik tulang yang sulit dilihat dengan mata serta tidak perlu merobek jaringan lunak . Pasien bisa menjalani terapi dengan bius lokal, dengan waktu pengobatan yang sangat singkat hanya sekitar 2 sampai 3 jam.

Sayangnya, metode DSA cukup mahal harganya sehingga pemerintah sampai saat ini belum menanggung pembiayaannya melalui BPJS Kesehatan. Padahal dengan DSA, kemungkinan diselamatkan dari kematian dan cacat permanen bagi penderita stroke amat besar peluangnya. (faisal/win)