Saturday, 25 March 2017

1.500 Pengojek UBER Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 20 Maret 2017 — 11:25 WIB
Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing Arvino, menyerahkan secara simbolis kartu peserta kepada pengemudi ojek UBER Syamsudin Admin Basecamp Bekasi, didampingi Ndoro Lilo Legowo Ketua KAGUM dan KUMI serta Heru Ketua SUMI

Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing Arvino, menyerahkan secara simbolis kartu peserta kepada pengemudi ojek UBER Syamsudin Admin Basecamp Bekasi, didampingi Ndoro Lilo Legowo Ketua KAGUM dan KUMI serta Heru Ketua SUMI

JAKARTA (Pos Kota) – Sadar pengojek rentan kecelakaan, sebanyak 200 pengemudi ojek UBER didaftarkan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Yang akan berkembang sampai dengan ribuan pengojek.

Ratusan pengojek ini rencananya akan mendaftar di BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing, setelah sebelumnya mengikuti sosialisasi dan pembinaan program BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja bukan penerima upah di GOR Bekasi.

Pada kesempatan tersebut, Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing Arvino menyerahkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada anggota UBER, Syamsudin yang akrab dipanggil Bang Udin ini.

Sebagai peserta, Bang Udin sangat bersyukur karena sudah menjadi peserta. “Dengan adanya perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, kita sebagai pengendara yg kesehariannya di jalanan setidaknya merasa nyaman dan aman”.

Arvino menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing terus berinovasi untuk meningkatkan kepesertaan. Setelah grabbike kita rangkul menjadi peserta. “Kali ini armada UBER akan kami lindungi dengan program jaminan sosial. Sekitar 1.500 pengendara UBER yang tersebar diseluruh Basecamp se Jabodetabek akan segera terdaftar.” kata Arvino yang mewakili Kepala Cabang Jakarta Cilincing Yudhi Amrinal, Senin (20/3/2017).

Sementara itu Ketua Komunitas KAGUM (Kumpulan Admin Group Uber Motor) Mas Ndoro Lilo Legowo menyatakan, dengan manfaat perobatan tanpa batas jika terjadi kecelakaan kerja, lalu santunan bagi yang cacat, bahkan santunan 48X gaji jika sampai meninggal dunia karena kecelakaan kerja.

Tentunya program ini akan kami sangat dukung, apalagi ini adalah Program Pemerintah yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, dalam Hal ini BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara Heru Ketua SUMI (Solidaritas Uber Motor Indonesia) menambahkan, dirinya bangga dapat mendorong para pengemudi ojek ikut program BPJS Ketenagakerjaan.

“Karena selain program kecelakaan kerja, pengojek juga akan mendapat santunan jika meninggal dunia di luar kecelakaan kerja sebesar Rp24 juta melalui program Jaminan Kematian,” ujar Heru.

(tri/sir)