Saturday, 25 November 2017

Ahok-Djarot Ingin Rekrut `Pasukan Merah`, Anies-Sandi Ingin Warga Gotong-royong

Senin, 20 Maret 2017 — 8:28 WIB
Anies Baswedan

Anies Baswedan

JAKARTA (Pos Kota) – Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengkritisi pembentukan “pasukan merah” yang direncanakan pasangan petahana calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).

“Inilah pendekatannya yang kami berbeda. Pendekatannya adalah kalau kami ini mau membangun di mana warga berinteraksi. Warga bekerja bersama, gotong-royong dibangun, suasana kerja bersama dibangun,” katanya, saat dimintai tanggapan soal rencana pembentukan “pasukan merah”, usai memberikan sambutan dalam Tabligh Akbar, di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Jalan Praja, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, ketimbang menghadirkan “pasukan merah” lebih baik melibatkan warga dalam penataan lingkungan di ibukota.

“Memang pemerintah nanti bisa mendanai, pemerintah bisa membuat program untuk memfasilitasi. Tetapi keterlibatan publik itu kita lakukan,” imbuhnya.

Namun, inisiator Gerakan Indonesia Mengajar itu pun mengakui belum tahu persis soal program pembentukan “pasukan merah” yang digagas Ahok-Djarot itu.

“Nah saya belum tahu ya programnya seperti apa, tetapi kami malah inginnya gotong-royong itu yang dibangun. Dan penataan, dan lain-lain itu dilakukan dengan melibatkan warga. Bukan sekadar pemerintah yang bekerja, pemerintah merekrut orang, tapi justru melibatkan warga,” tuntasnya.

Sebelumnya, Djarot, saat blusukan di Jalan Buaran I, Klender, Minggu (19/3/2027), mengatakan, Pemprov DKI akan merekrut 20 warga tiap kelurahan untuk dijadikan “pasukan merah” yang akan ditugaskan untuk menangani perbaikan rumah warga.

(julian/sir)