Sunday, 19 November 2017

Airin Berbicara Soal Perempuan di Markas Besar PBB New York

Senin, 20 Maret 2017 — 22:23 WIB
1.Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany bersama sejumlah perwakilan dari negara lain saat even CSW di Markas Besar PBB. (ist)

1.Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany bersama sejumlah perwakilan dari negara lain saat even CSW di Markas Besar PBB. (ist)

TANGSEL (Pos Kota) – Sebagian besar perwakilan negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) ingin melihat langsung keberhasilan dan perkembangan kesetaraan gender dan pemberdayaan  yang berkembang di Indonesia,  khususnya Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Hampir sebagian besar peserta khususnya perwakilan negara-negara yang mengikuti kegiatan Comission On Status Ofe Woman (CSW) atau even kegiatan Komisi Status Perempuan ke-61 dalam Sidang di Markas PBB, Kota New York, Amerika Serikat sejak 13 hingga 24 Maret 2017 berkeinginan datang ke Indonesia khususnya Kota Tangsel,” tutur Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany didampingi Kabag Humas setempat Dedi R, Senin (20/3).

“Mereka sangat mengapresiasi, melihat langsung dan ingin mengetahui lebih lanjut program pemerintah Republik Indonesia khususnya Kota Tangsel dalam bidang pemberdayaan perempuan terlebih dalam meningkatkan kematangan usia perkawinan apalagi Kota Tangsel tercatat sebagai salah satu kota yang mendapatkan Rekor Muri dalam kegiatan tersebut,” ujarnya yang mengaku menjadi  wakil Indonesia sebagai pembicara dalam even di Markas Besar PBB.

Tangsel Airin Sekjen PBB -Ist

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany bersama Sekretaris Jenderal PBB Antoniso Gueteres. (ist)

Kegiatan even Komisi Status Perempuan atau CSW ke 61 di Markas Besar PBB merupakan salah satu media yang strategis dalam rangka berbagi pengalaman dan wawasan antar negara di dunia berkaitan peran aktif perempuan dalam meningkatkan pembangunan dan memberdayakan masyarakat agar lebih maju dan mandiri.

Airin Rachmi Diany, menambahkan bahwa dirinya mendapatkan kesempatan menyampaikan dua sesi dihadapan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres dan ratusan perwakilan negara lain yaitu sesi pertama masalah terhadap pemberdayaan perempuan, ekonomis, sosial dan pendidikan. Untuk sesi ke dua berkaitan dengan keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan di tingkat lokal.

Setelah melakukan even seluruh pembicara berkesempatan untuk melakukan audensi dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres termasuk Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Dalam audiensi tersebut, Antonio Gutteres menyampaikan bahwa upaya untuk memberdayakan kaum perempuan harus mendapatkan dukungan dari semua pihak dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Antonio Gutteres juga menyampaikan bahwa program pemberdayaan perempuan harus berhasil karena program tersebut merupakan salah satu sasaran Sustainabke Development Goals (SDGs),” imbuhnya. (anton/win)