Saturday, 27 May 2017

Istana Minta Aksi Mengecor Kaki Diakhiri

Senin, 20 Maret 2017 — 21:18 WIB
Aksi penolakan  pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng (reuters)

Aksi penolakan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng (reuters)

JAKARTA (Poskotanews.com) –Masyarakat yang menolak pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah dengan menyemen kakinya mengakhiri aksinya.

“Kami harap mereka menghentikan aksinya,” ujar Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Teten Masduki usai menerima masyarakat perwakilan penolak pabrik yang kakinya di semen, di kantornya, Senin (20/3/2017).

Teten mengatakan, saat ini tengah dilakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kajian itu baru selesai bulan depan sehingga hasilnya akan diketahui.

Teten pun minta para penolak pabrik semen dan aktivis bersabar menunggu hasil KLHS. “Kami berharap semua bisa menunggu hasil KLHS. Setelah selesai, mudah mengambil keputusan meski itu harus dibicarakan dahulu dengan Kementerian BUMN, Kementerian LHK, Pemda Jateng dan pihak perusahaan,” lanjut Teten.

Dikatakan, kajian seperti ini perlu waktu dan tidak mungkin selesai sehari. Pemerintah harus meninjau berbagai aspek, persoalannya pabrik ini sudah dibangun,” lanjut dia. Apalagi sebenarnya masyarakat Kendeng dan pemerintah sudah menyepakati menunggu hasil KLHS.(us)