Friday, 24 November 2017

Kondisi Pria Disabilitas yang Disekap Perampok di Kamar Mandi Membaik

Senin, 20 Maret 2017 — 20:25 WIB
Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan menjenguk korban penyekapan kawanan perampok

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan menjenguk korban penyekapan kawanan perampok

TANGERANG (Pos Kota) – Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan menjenguk korban penyekapan kawanan perampok di Rumah Sakit Mayapada, Kota Tangerang, Senin (20/3/2017).

Seusai menjenguk, Harry mengatakan, kondisi Gotiansus alias Sunta alias Cucun (45) berangsur membaik. Pria disabiltas itu dilarikan keluarganya ke rumah sakit setelah seharian disekap lima perampok di kamar mandi.

“Kondisi korban saat ini sudah membaik,” kata orang nomor satu jajaran Polres Metro Tangerang kepada poskotanews.com Senin (20/3/2017) malam.

Harry menambahkan, pihaknya sudah bisa menggali keterangan dari korban untuk mengungkap kasus perampokan tersebut. Kapolres berharap tim gabungan Polres Metro Tangerang dan Polda Metro Jaya segera meringkus kawanan perampok tersebut.

“Korban sudah bisa diajak komunikasi. Anggota sudah menggali keterangan korban, mudah-mudah pelakunya segera tertangkap,” kata Harry.

Sebelumnya, pria disabiltas menjadi korban penyekapan kawanan perampok yang beraksi di rumah mewah di Jalan Kramat 2, Karawaci, Kota Tangerang. Perampokan itu terjadi pada Sabtu (18/3/2017) saat korban sendirian di rumah itu.

Lima bandit yang masuk ke rumah mewah dengan menjebol pintu. Mereka mengikat Cucun dan membekap mulutnya. Pria 45 tahun itu disekap dalam kamar mandi.

Kejahatan itu baru diketahui Minggu (19/3/2017) saat kerabat yang tinggal di sebelah rumah curiga karena Cucun tak mengangkat telepon. Mereka mendapati pria disabiltas itu dalam terikat di kamar mandi. Ia dalam keadaan lemas.

Kasus serupa pernah terjadi di Jakarta Timur, pada 27 Desember 2016. Sebelas orang disekap dalam kamar mandi sempit di rumah mewah milik arsitek. Enam orang tewas dan lima lainnya kritis akibat kekurangan oksigen.

Empat bandit sadis akhirnya ditangkap polisi. Seorang di antaranya terpaksa ditembak mati lantaran melawan saat diringkus. (Imam)