Thursday, 27 April 2017

Perang Sengit Berlangsung di Pinggiran Damaskus, Suriah

Senin, 20 Maret 2017 — 7:31 WIB
Pengebom bunuh diri menyerang sebuah restoran di kawasan Rabweh, melukai lebih 20 orang lebih.(reuters)

Pengebom bunuh diri menyerang sebuah restoran di kawasan Rabweh, melukai lebih 20 orang lebih.(reuters)

SURIAH– Pasukan pemerintah Suriah terlibat dalam perang sengit di pinggiran timur ibu kota Damaskus, menurut para penduduk di kawasan itu.

Tembakan-tembakan meriam mendarat di Damaskus sebagai bagian dari serangan mengejutkan yang dilancarkan oleh kelompok pemberontak.

Dua pengebom bunuh diri dari kelompok pemberontak meledakkan bom mobil di kawasan Jobar sebelum pasukan pemberontak lain menyerbu barisan pertahanan pasukan pemerintah.

Militer Suriah membalas dengan serangan udara.

Media pemerintah Suriah melaporkan terowongan bawah tanah rahasia juga digunakan untuk melancarkan serangan di Jobar, yang tak jauh dari pusat Damaskus.

Hanya beberapa wilayah di ibu kota Suriah itu yang dikuasai oleh kelompok pemberontak.
Perang berkepanjangan

Upaya untuk merebut kawasan perang -yang terpecah antara yang dikuasai kelompok pemberontak maupun kelompok jihadis Islam dan pasukan pemerintah Suriah- sudah berlangsung selama dua tahun lebih.

Wartawan kantor berita AFP di Damaskus melaporkan tentara pemerintah sudah menutup jalan masuk ke kawasan Alu-alun Abbasid yang strategis sementara beberapa ledakan bergema di beberapa wilayah ibu kota.

Lembaga pengamat yang bermarkas di Inggris, Pemantau Hak Asasi Suriah, mengatakan pemberontak yang memulai serangan untuk mengurangi tekanan pasukan pemerintah atas para pemberontak di Barzeh, Tishreen, dan Qabun.

Rabu (15/03) pekan lalu, sedikitnya 31 orang tewas dalam sebuah serangan bom bunuh diri di kompleks pengadilan di pusat ibu kota Damaskus.

Masih pada hari yang sama, seorang pengebom bunuh diri menyerang sebuah restoran di kawasan Rabweh, melukai lebih 20 orang lebih.

Diperkirakan 320.000 orang tewas dalam konflik di Suriah sejak Maret 2011, yang diawali dengan penentangan atas Presiden Bashar al-Assad namun meluas menjadi perang saudara berdarah. (BBC)