Sunday, 23 July 2017

Sejak Minggu Malam Sudah Ada Ormas Minta Djarot Tidak Hadir di Paseban

Senin, 20 Maret 2017 — 17:20 WIB
Anie, Koordinator Relawan Nusantara (RelaNU)

Anie, Koordinator Relawan Nusantara (RelaNU)

JAKARTA (Pos Kota) – Penolakan terhadap kehadiran calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Paseban Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat sudah disampaikan sejak Minggu (19/3/2017) malam.

Menurut Saefuddin (44), yang rumahnya dijadikan tempat pengajian ada beberapa orang dari ormas Islam yang meminta pengajian tidak digelar karena diketahui Cawagub Djarot akan datang.

“Jam 12 malam, kita baru mau tidur 50 orang mengaku dari FPI datang. Minta supaya acara ini tidak diteruskan, ya kita gak bisa. Djarot gak boleh hadir. Katanya akan melakukan pembinaan kalau Djarot ada ,” ujarnya di Jalan Kramat Lontar, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).

Karena ada intimdasi dari ormas tersebut, pengajian yang digelar Majelis Taklim An Nisaa itu dijaga 30 anggota Polsek Senen dibantu dengan 40 anggota Banser. Saefuddin menambahkan, sekitar 700 warga datang mengahadiri pengajian dari target 500 orang.

“Pengajian dimulai jam 12, padahal hujan dan diancem tapi gak berpengaruh. Sejauh ini gak ada apa-apa,” imbuhnya.

Ibu Anie, Koordinator Relawan Nusantara (RelaNU) yang hadir dalam pengajian ini membantah adanya parktik bagi-bagi sembako yang dilakukan selama pengajian. Sebelumnya warga yang menolak kehadiran Djarot mengatakan ada praktik tersebut.

“Gak ada bagi-bagi sembako. Lihat aja, gak ada,” ujar Anie.

Sebelumnya, Djarot Saiful Hidayat ditolak warga saat menghadiri pengajian yang diselenggarakan majelis taklim An Nisaa di Jalan Kramat Lontar, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).

Berjarak sekitar 20 meter dari acara pengajian, belasan orang yang mengaku warga RT 10 RW 07 menggelar unjuk rasa saat Djarot menyampaikan sambutannya. Diguyur hujan, pendemo yang kebanyakan kaum perempuan menolak karena menilai pengajian tersebut sebagai kampanye terselubung. (ikbal)