Sunday, 23 April 2017

Terdakwa Suap Ini Tangani Soal Pajak Politisi dan Artis

Senin, 20 Maret 2017 — 23:09 WIB
Gedung KPK

JAKARTA (Poskotanews.com) –Terdakwa kasus dugaan suap Handang Soekarno yang sebelumnya menjabat Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan ternyata juga menangani soal pajak para politisi di DPR dan sejumlah artis.

Saat ditanya jaksa mengenai barang bukti berupa dokumen dan percakapan melalui aplikasi WhatsApp antara Handang dan ajudan Dirjen Pajak, Andreas Setiawan, terdakwa membenarkan tentang adanya nama dua Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, serta seorang pengacara yang ditangani.

Handang juga membenarkan ketika Jaksa menunjukkan dokumen berupa nota dinas yang dikirimkan kepada Handang tertanggal 4 November 2016. Nota dinas yang sifatnya sangat segera tersebut perihal pemberitahuan informasi tertulis mengenai jumlah pajak yang tidak atau kurang bayar atau yang tidak seharusnya dikembalikan.

Isi nota dinas yang diteken Handang itu, dijelaskan bahwa surat tersebut untuk kepentingan wajib pajak atas nama Syahrini. “Iya, itu Syahrini yang artis itu,” ujar Handang.

Handang Soekarno, menangani persoalan pajak sejumlah wajib pajak, baik korporasi maupun pribadi. Saat bersaksi dia membenarkan adanya nama sejumlah politisi nota dinas milik artis maupun politisi.

Handang merupakan Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan yang kini menjadi terdakwa suap kasus suap pajak. Kali ini Handang menjadi saksi untuk terdakwa Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia, R Rajamohanan Nair. Dalam kasus dugaan suap pegawai pajak ini, Mohan didakwa menyuap Handang sebesar Rp6 miliar. Keduanya ditangkap dalam operasi tangkap tangan setelah terjadi penyerahan uang Rp 1,9 miliar.
(us)