Wednesday, 22 November 2017

Tolak Transportasi Online, Ribuan Betor, Angkot dan Taksi Demo di Medan

Senin, 20 Maret 2017 — 14:54 WIB
Ribuan pengemudi becak bermotor di Medan demo.(samosir)

Ribuan pengemudi becak bermotor di Medan demo.(samosir)

MEDAN (Pos Kota)- Ribuan pengemudi becak bermotor (betor), sopir angkot dan taksi yang tergabung dalam Solidaritas Angkutan Transfortasi Umum (SATU) melakukan unjuk rasa menolak keberadaan transportasi berbasis online, Senin (20/3/2017).

Sebelum memulai aksinya massa berkumpul di Lapangan Adam Malik kemudian bergerak beriringan dengan becak bermotornya ke Kantor Wali Kota Medan, Kantor DPRD Kota Medan dan Kantor DPRD Sumut.
Di Kantor DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan, massa mulai berorasi dengan membawa spanduk dan alat pengeras.

“Tutup operasional angkutan umum berbasis online dan taksi gelap,” teriak massa.
Menurut Oslan Simanjuntak, koordinator aksi, akibat adanya angkutan berbasis online ini penghasilan para pengemudi betor berkurang. Selain itu, massa juga meminta kebebasan bagi becak motor, tanpa adanya larangan masuk ke wilayah tertentu.

Setelah hampir satu jam pengunjukrasa berorasi, anggota DPRD Sumut dari Komisi A, Hanafiah dan Ramses Simbolon, dari Komisi D, Baskami Ginting datang menemui pengunjuk rasa.

Ramses Simbolon anggota Komisi A, berjanji akan menuntaskan persoalan ini.

“Ini jeritan rakyat. Jadi jangan berleha-leha. Persoalan ini harus kita bicarakan,” katanya.
Ketua Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU) Sumatera Utara, Johan Merdeka menuding polisi melakukan intimidasi terhadap abang-abang becak bermotor (Perbetor) di Kota Medan.

“Polisi mengintimidasi kami. Mereka meminta agar kami tidak demo,” kata Johan.

Johan mengatakan, meskipun mendapat intimidasi, para parbetor tidak takut. Sebab, menyampaikan pendapat di muka umum itu diatur oleh undang-undang.

Dalam aksinya, massa dikawal petugas Polrestabes Medan. Beberapa diantaranya tampak berpakaian preman layaknya masyarakat biasa.

(samosir/sir)