Sunday, 28 May 2017

Usut Perampok Sekap Pria Disablitas, Polisi Periksa Tiga Saksi

Senin, 20 Maret 2017 — 20:32 WIB
Acun yang disekap di kamar mandi oleh perampok masih dirawat di rumah sakit

Acun yang disekap di kamar mandi oleh perampok masih dirawat di rumah sakit

TANGERANG (Pos Kota) – Polisi masih mendalami kasus perampokan disertai penyekapan di Karawaci, Kota Tangerang. Guna mengungkap komplotan perampok sadis itu, polisi memeriksa tiga saksi termasuk korban Gotsiasus alias Sunta alias Cucun (45).

“Kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan. Ada tiga orang saksi sudah kita mintai keterangan, kami juga masih mencari keterangan lain untuk mengungkap kasus tersebut,” Kata Kapolsek Karawaci Kompol Munir Yaji, Senin (20/3/2017).

Kapolsek menambahkan, rumah mewah berlantai dua itu tengah dalam keadaan kosong. Rumah milik agen toko sembako itu hanya dijaga Cucun, pria disabilitas yang juga kerabat pemilik rumah.

“Rumah tersebut statusnya rumah kosong. Cucun tinggal sendiri, jadi rumah tersebut milik kakaknya,” ungkap Munir.

‎Munir menegaskan tim gabungan Polsek Karawaci, Polres Metro Tangerang dan Polda Metro Jaya telah dikerahkan memburu perampok sadis tersebut. “Anggota sudah kita sebar mengejar pelaku,” ucapnya.

Cucun ditemukan lemas dalam keadaan terikat di kamar mandi. Ia diketahui disekap kawanan perampok ‎yang beraksi di Jalan Kramat 2, Karawaci, Kota Tangerang. Aksi perampokan itu terjadi pada Sabtu (18/3/2017), saat korban sendirian di rumah itu.

Lima bandit yang masuk ke rumah mewah dengan menjebol pintu. Mereka mengikat Cucun dan membekap mulutnya. Pria 45 tahun itu disekap dalam kamar mandi.

Kejahatan itu baru diketahui Minggu (19/3/2017) saat kerabat yang tinggal di sebelah rumah curiga karena Cucun tak mengangkat telepon. Penjahat itu menggasak HP dan Cincin emas yang dipakai pria yang sehari-hari berjalan dengan bantuan tongkat itu.

“Yang dibawa kabur pelaku yakni HP dan uang tunai. Kerugiannya dibawa Rp 500 ribu. Karena cincin yang dibawa hanya cincin batu biasa,” ungkap Kapolsek.

Kasus perampokan disertai penyekapan di kamar mandi juga pernah terjadi di Pulo Mas, Jakarta Timur, pada 27 Desember 2016.

Sebelas orang disekap dalam kamar mandi sempit di rumah mewah milik arsitek. Enam orang tewas dan lima lainnya kritis akibat kekurangan oksigen.

Empat bandit sadis akhirnya ditangkap polisi. Seorang di antaranya terpaksa ditembak mati lantaran melawan saat diringkus. (Imam)

Terbaru

Kapolresta Tangsel AKBP Fadli Widiyanto. (anton)
Minggu, 28/05/2017 — 17:17 WIB
Penganiayaan di Tangsel Bukan Dilakukan Gangster
jaya
Minggu, 28/05/2017 — 16:55 WIB
Gudang Toren Terbakar, Warga Khawatir
Halte Bus Trans di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.
Minggu, 28/05/2017 — 15:50 WIB
Transjakarta Terkendala Kios Sembako Murah di Halte