Thursday, 27 April 2017

Ahli Bahasa Sebut Ahok Gunakan Al Maidah sebagai Pengandaian

Selasa, 21 Maret 2017 — 12:19 WIB
Ahok dan  tim penasehat hukumnya dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ahok dan tim penasehat hukumnya dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

JAKARTA (Pos Kota) – Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hanya melakukan pengandaian saat menyinggung Al Maidah dalam pidato di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan ahli bahasa, Rahayu Surtiati, dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

“Ketika orang berpidato, dia bebas memberikan ujaran sebagai bagian dari pidato yang membahas itu. (Surat) Al-Maidah hanya pengandaian. Kalau dihilangkan, bisa jadi kurang meyakinkan,” kata Rahayu.

Guru Besar Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia ini menganggap pesan utama yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu dalam pidato adalah mengenai program budidaya perikanan.

“Pembicara tahu hadirin tidak akan memilih dia karena dibohongi menggunakan Surat Al-Maidah, sehingga dia menyampaikan program (budidaya ikan) ini tetap jalan jika dia tidak terpilih dan jangan tidak enak kalau tidak memilih dia. Itu konteksnya,” tutur Rahayu.

Selain menghadirkan ahli bahasa, kuasa hukum juga akan menghadirkan dua saksi ahli yakni Rais Syuriah PBNU Jakarta sekaligus dosen Fakultas Syari’ah IAIN Raden Intan, Lampung KH Ahmad Ishomuddin sebagai ahli agama dan dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, C. Djisman Samosir, SH, MH sebagaai ahli hukum pidana. (ikbal/yp)