Wednesday, 20 September 2017

Ini Mobil Komando Massa Pro dan Kontra Ahok

Selasa, 21 Maret 2017 — 12:13 WIB
Polisi bersiaga di antara pendemo saat sidang Ahok di Kementerian Pertanian. (ifand/dok)

Polisi bersiaga di antara pendemo saat sidang Ahok di Kementerian Pertanian. (ifand/dok)

JAKARTA (Pos Kota) – Sidang perkara dugaan penistaan agama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang digelar setiap Selasa tidak lepas dari aksi massa yang pro dan kontra Ahok. Kedua kubu ini juga selalu membawa mobil komando untuk orasi.

Saat dikonfirmasi, salah satu kru sound system dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) mengatakan mobil komando yang mereka bawa merupakan pinjaman dari umat muslim yang tergerak hatinya dari kasus Ahok.

“Mobil ada semenjak aksi 212. Ada beberapa mobil sebenarnya yang merupakan sumbangan dari umat, kalau yang putih punya GNPF tapi sekarang lagi direnovasi ditambahin bangku,” ujarnya kepada Poskotanews, Selasa, (21/3/2017).

Menurutnya, dana yang terkumpul di GNPF adalah murni uang sumbangan dari anggota atau umat Islam diluar GNPF yang ingin berjuang membela agama Islam.

“Sumbangan dari umat kita nggak ada patokan, terserah pribadi dari umat yang merasa girah hatinya terpanggil karena agamanya dinodai. Waktu ustad Bachtiar Nasir diperiksa kita tunjukkan bukti-buktinya ketahuan disitu ada yang sumbang Rp25 ribu, Rp50 ribu, kalau uang sumbangan mau diapain,” jelasnya.

“Dan saya tegaskan kita sama sekali nggak ada yang dibayar, semua murni panggilan hati,” tegasnya.

Mobil komando Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) di sidang ahok (yendhi)
Mobil komando massa kontra Ahook. (yendhi)

Sedangkan dari massa pro Ahok mengaku jika mobil merupakan pinjaman dari anggota Bara Badja (Barisan Relawan Basuki-Djarot). “Mobil punya anggota dipinjemin, cuma kalau speaker punya kita, udah lama kita punya,” kata Koordinator Bara Badja, Johnson Karo Karo.

Senada dengan massa kontra Ahok, ia menegaskan bahwa aksi mereka bukanlah aksi bayaran seperti yang beredar dimasyarakat.

“Kita murni relawan, nggak ada itu massa yang dibayar. Itu kan isu yang dilemparkan dan tidak bertanggungjawab serta nggak ada bukti,” tegasnya.

Mobil komenado massa pro ahok (ytendhi)
Mobil komenado massa pro Ahok. (yendhi)

“Kita ongkos aja sendiri-sendiri, cuma kalau makan memang kadang ada yang sumbang atau dari Bara Badja sediain sumbangan yang kita terima bukan berupa uang tapi makanan. Secara pribadi kalau ada yang bayar juga nggak akan saya terima, ini harga diri kita karena kita juga bukan pengangguran, saya IT Konsultan,” pungkasnya. (yendhi/yp)