Saturday, 25 March 2017

Negara Penduduknya Paling Berbahagia.Norwegia Nomor 1 Indonesia 81

Selasa, 21 Maret 2017 — 0:34 WIB
Norwegia menjadi negara urutan pertama untuk urusan kebahagiaan warganya.

Norwegia menjadi negara urutan pertama untuk urusan kebahagiaan warganya.

NEGARA apa yang penduduknya paling berbahagia? Menurut laporan sebuah badan PBB, tempat itu adalah Norwegia, mengalahkan posisi tetangga mereka, Denmark, sebagai negara nomor satu dalam urusan kebahagiaan.

Laporan berjudul World Happiness Report alias Laporan Kebahagiaan Dunia mengukur “kebahagiaan subjektif”, yaitu seberapa bahagia orang-orang yang tinggal di sana dan mengapa.
Di lima posisi tertinggi adalah Norwegia, Denmark, Swiss dan Finlandia, sedangkan posisi paling akhir adalah Republik Afrika Tengah.

Negara-negara di Eropa Barat dan Amerika Utara juga berada di posisi cukup tinggi. Amerika Serikat di posisi ke-14, sementara Inggris berada di urutan 19.

Sedangkan negara di kawasan Afrika sub-Sahara yang dilanda konflik -seperti sudah diduga- berada dalam posisi rendah.

Suriah ada di posisi 152 dari 155 yang disurvei, sedangkan Yaman dan Sudan Selatan yang sedang terancam kelaparan massal berada di posisi 146 dan 147.
Hari kebahagiaan internasional

Laporan ini dikeluarkan beriring dengan peringatan Hari Kebagahiaan Internasional yang jatuh pada tanggal 20 Maret.

Negara paling berbahagia menurut survei ini:
Norwegia

Denmark

Islandia

Swiss

Finlandia

Belanda

Kanada

Selandia Baru

Austria

Swedia

Survei ini dibuat dengan mengandalkan pada pertanyaan subyektif kepada sekitar seribu orang di 150 negara.

Begini pertanyaannya:

“Bayangkan sebuah tangga, dengan angka 0 di dasar dan 10 di puncak.”

“Anak tangga tertinggi adalah kemungkinan kehidupan terbaik Anda sedangkan anak tangga terendah adalah kemungkinan terburuk hidup Anda. Di anak tangga berapa Anda merasa sedang berdiri saat ini?”

Hasil rata-rata merupakan skor untuk suatu negara. Norwegia mendapat skor tertinggi dengan 7,54 dan Republik Afrika Tengah yang terendah dengan 2,69.

Namun laporan ini juga mencoba menganalisa statistik untuk menjelaskan kenapa satu negara lebih bahagia ketimbang lainnya.

Analisis ini menggunakan berbagai faktor termasuk kekuatan ekonomi (diukur dari pendapatan domestik bruto alias GDP per kapita), dukungan sosial, usia harapan hidup, kebebasan dalam memilih, dan persepsi terhadap korupsi.

Asia Tenggara

Bagaimana dengan posisi Indonesia, terutama jika dibandingkan dengan negara di kawasan Asia Tenggara lainnya?

Indonesia menempati urutan ke-81 dari 155 negara yang disurvei ini. Urutan ini berada jauh di bawah Singapura, yang menempati urutan tertinggi, 26, di antara negara-negara Asia Tenggara lain.

Thailand yang diperintah oleh pemerintahan militer juga berada pada tempat relatif tinggi yaitu urutan 32, lalu menyusul Malaysia di urutan 42. Filipina juga masih berada di atas Indonesia, yaitu di peringkat ke-72.

Negara Asia Tenggara lain yang berada di bawah Indonesia adalah Vietnam (94), Myanmar (114) dan Kamboja (129).

‘Krisis Amerika’

Laporan tahun ini juga memuat bab berjudul “mengembalikan kebahagiaan Amerika”, yang mengukur kenapa tingkat kebahagiaan di Amerika Serikat merosot, padahal kehidupan ekonomi mereka terus meningkat.

“Amerika Serikat bisa dan harus meningkatkan rasa bahagia mereka dengan memperbaiki krisis multi dimensi mereka, mulai dari menajamnya ketimpangan, korupsi, isolasi dan hilangnya kepercayaan, ketimbang semata-mata berfokus pada pertumbuhan ekonomi, kata laporan itu.

“Amerika, singkatnya, sedang berada dalam krisis sosial, bukan krisis ekonomi.

Jeffrey Sachs, direktur Sustainable Development Solutions Network yang menerbitkan laporan tersebut mengatakan bahwa kebijakan Presiden Donald Trump mungkin membuat keadaan memburuk.

“Kebijakan-kebijakan itu ditujukan untuk meningkatkan ketimpangan. Pajak dikurangi untuk orang kaya, mencabut orang-orang dari perawatan kesehatan, serta memotong anggaran untuk kebutuhan pengeluaran militer. Saya rasa setiap hal yang diusulkan oleh pemerintahan ini mengarah pada kekeliruan,” katanya kepada Reuters.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa pekerjaan “kerah putih” profesional yang dianggap mendatangkan kebahagiaan ketimbang pekerjaan “kerah biru”.
Namun ternyata “memiliki pekerjaan” adalah faktor terbesar yang menentukan kebahagiaan.

Sementara itu benar adanya bahwa “mereka yang bergaji lebih besar lebih bahagia dan puas dengan hidup mereka”, tetapi ini tentu punya efek yang berbeda: “tambahan gaji seratus dolar lebih besar artinya bagi mereka yang gajinya kecil ketimbang pada orang yang mendapat banyak.”

Laporan ini telah terbit selama lima tahun terakhir, dimana negara-negara Skandinavia terus menerus mendominasi posisi puncak.

Dominasi negara-negara itu -khususnya Denmark- telah membuat banyak negara mencoba menerapkan konsep Denmark “Hygge” sebuah konsep budaya yang mengedepankan rasa nyaman dan tenang.(BBC)