Saturday, 26 May 2018

Ojek Online Minta Jaminan Polres Bogor, Dua Provokator Diamankan

Selasa, 21 Maret 2017 — 17:29 WIB
Kapolres Bogor AKBP AM Dicky saat dialog dengan pengemudi ojek on line di jl.  Raya Bogor ujung Jembatan Cibinong.  (anton)

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky saat dialog dengan pengemudi ojek on line di jl. Raya Bogor ujung Jembatan Cibinong. (anton)

BOGOR (Pos Kota)  – Ratusan pengemudi ojek online minta jaminan keamanan ke Polres Bogor terkait kerjaannya saat membawa penumpang dan melintas di wilayah Bogor. Hal itu terkait aksi demo angkot yang menolak ojek online. Dalam aksi itu, dua tersangka provokator demo angkot dan ojek online diamankan Polres Bogor.

“Kami hanya minta jaminan agar kegiatan sehari-hari tak khawatir bawa penumpang atau lewat di sejumlah jalur jalan yang ada, ” kata Imam,  perwakilan ojek online saat dialog dengan Kapolres Bogor AKBP Dicky pastika saat negoisasi di ujung jabatan Layang Cibinong,  Jalan Raya Bogor,  Selasa (21/3).

Menurutnya, kondisi yang dialami para pengojek online masih mengkhawatirkan sehingga teman teman pengemudi ojek agak khawatir untuk membawa penumpang.  Sedangkan sopir angkot rute Cibinong – Bogor, Cibinong – Citeureup, dan Cibinong – Pal Depok, hingga siang masih melakukan aksi mogok.

Menurut Amin,  pengemudinya ojek online masih takut untuk membawa penumpang karena aksi konvoi pengemudi angkot membuat khawatir pengemudi ojek on line.

“Korban pemukulan terhadap pengemudi ojek on line akan memberikan laporan ke Polres Bogor sebagai bukti adanya tindak kekerasan, ” ujarnya.

Jangan Terpengaruh Isu

Sementara,  Kapolres Bogor AKBP AM Dicky,  saat dialog dengan pengemudi ojek online berharap mereka membubarkan diri dan kembali bekerja seperti biasa. Semua biar aman dan tenang jadi jangan mudah terprovokasi dan terpengatus isu yang tak betul.

“Ada dua terduga provokator aksi demo angkot dan ojek online yang telah ditahan dan kini tengah dimintai keterangan di Mapolres Bogor,”  ujarnya menenangkan pengemudi ojek online agar membubarkan diri sehingga tak mengganggu kenyamanan masyarakat lain yang melintas di Jalan  Raya Bogor tepatnya di ujung Jembatan Layang Cibinong.

Mendapatkan jaminan itu ratusan pengemudi ojek on line sepakat mengawal temannya yang menjadi korban kekerasan untuk membuat laporan ke Mapolres Bogor.

Sebelum,  melakukan dialog jajaran Polres Bogor persis di pertigaan ujung Jembatan Cibinong sempat menangkap dua orang yang dicurigai menjadi provokator aksi demo yang akan membuat kerusuhan di kawasan Cibinong.

Saat aksi penangkapan dua orang menggunakan jaket hitam dan rambut panjang dikuncir, wartawan Pos Kota terkena getahnya oleh anggota Polres Bogor yang arogan langsung memiting dan menahan bahkan membanting handphone saat mengambil gambar.

Aksi itu dilakukan karena dituduh menjadi salah seorang provokator aksi demo oleh anggota Polres Bogor walaupun sudah menjelaskan dan menunjukan kartu identitas atau Id Card Pos Kota.

Tak hanya itu hasil foto wartawan saat petugas meringkus dua provokator untuk dinaikkan ke dalam bus Polres Bogor juga dihapus atau dibuang satu anggota Polres Bogor.

“Maaf ya.  Saya sudah tegur anak buah tadi yang melakukan kekerasan terhadap anda,” ucap Kapolres Bogor usai melalukan dialog dengan pengemudi ojek online kepada wartawan Pos Kota.  (anton/win)