Wednesday, 13 December 2017

Pria Disablitas Ini Minta Polisi Menangkap Perampok yang Menyekapnya

Selasa, 21 Maret 2017 — 5:49 WIB
Polisi bezuk Cucun di rumah sakit

Polisi bezuk Cucun di rumah sakit

TANGERANG (Pos Kota) – Kondisi Gotsiasus alias Sunta (45), korban penyekapan n perampok di Karawaci, Kota Tangerang, berangsur pulih. Pria disabiltas ini berharap polisi segera meringkus penjahat yang menyekapnya seharian di dalam kamar mandi.

“Saya berharap pelakunya cepat tertangkap. Tembak mati bila perlu,” kata pria yang biasa disapa Cucun itu, Senin (20/3/2017).

Sebelum penyekapan terjadi, pria paruh baya itu mengaku tengah beristirahat di dalam kamar. Ia terbangun setelah mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya. Begitu membuka pintu, gerombolan penjahat itu langsung membekap mulutnya.

“Ada dua orang langsung menyumpal mulut, tangan saya diikat dan menyekap saya di kamar mandi,” ujar Cucun.

Sebelum menyekapnya dalam kamar mandi, lanjut Cucun, lima perampok sempat menganiaya dirinya. “Mereka memaksa saya menunjukkan lokasi barang berharga,” tuturnya.

Akibat kejadian itu, pria disabiltas ini mengalami luka memar di sekujur tubuhnya. Ia nyaris tewas kehabisan oksigen lantaran mulutnya dibekap kain dalam kamar mandi. Beruntung, nyawanya tertolong setelah kerabatnya curiga Cucun tak kunjung dapat dihubungi.

Sebelumnya diberitakan, kawanan perampok menyasar rumah mewah i di Jalan Kramat 2, Karawaci, Kota Tangerang. Perampokan itu terjadi pada Sabtu (18/3/2017) saat Cucun sendirian di rumah berlantai dua tersebut.‎

Lima bandit masuk ke rumah mewah itu dengan menjebol pintu. Mereka mengikat Cucun dan membekap mulutnya. Pria disabilitas itu disekap dalam kamar mandi.

Kejahatan itu baru diketahui Minggu (19/3/2017) saat kerabat yang tinggal di sebelah rumah curiga karena Cucun tak mengangkat telepon. Mereka mendapati pria disabiltas itu dalam terikat dikamar mandi. Ia dalam keadaan lemas.

Kasus serupa pernah terjadi di Pulomas, Jakarta Timur, pada 27 Desember 2016. Sebelas orang disekap dalam kamar mandi sempit di rumah mewah milik arsitek. Enam orang tewas dan lima lainnya kritis akibat kekurangan oksigen.

Empat bandit sadis akhirnya ditangkap polisi. Seorang di antaranya terpaksa ditembak mati lantaran melawan saat diringkus. (Imam)