Friday, 26 May 2017

Produksi Miras Oplosan Skala Besar, Pasutri Ditangkap di Bekasi

Selasa, 21 Maret 2017 — 12:41 WIB
Barang bukti minuman oplosan yang dikelola pasangan suami istri disita polisi. (saban)

Barang bukti minuman oplosan yang dikelola pasangan suami istri disita polisi. (saban)

BEKASI (Pos Kota)-Pasangan suami -istri, dibekuk aparat Kriminal khusus (Krimsus) Polrestro Bekasi, karena memproduksi berbagai merek minuman dengan cara mengoplos alkohol dan beberapa bahan lain, di Kampung Babakan Bondol RT 001 RW 06 Kelurahan Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, Selasa (21/3/2017) dinihari.

Jony Gandaresta, 54 dan Anita, 50, istrinya tidak berkutik setelah sejumlah polisi menggerebeknya, “Ini pengembangan dari razia minuman keras [miras] di wilayah Bekasi Selatan,” ujar AKP Umar Wirahadikusumah, Kanit Krimsus Polrestro Bekasi Kota, Selasa [21/3/2017].

Menurutnya, usaha pasangan suami istri berskala besar dengan jumlah bahan bakunya mencapai dua truk colt diesel.

Pasangan ini, meramu berbagai macam rasa minuman keras, setelah paham dengan barang beralkohol itu, “Kedua tersangka mengaku belajar mengoplos sejak remaja,” jelas Umar, sambil mengatakan mereka meramu minuman keras di sebuah rumah mewah miliknya.

Ihwal penggerebekan itu bermula dari digerebeknya sebuah warung sembako di Jalan Pekayon Raya, Bekasi Selatan pada Senin (20/3/2017) malam.

“Dari situ kami curiga, karena warung tersebut dipenuhi CCTV dan tak sembarangan orang yang dilayani untuk dapat membeli miras mereka,” kata Umar, sambil mengatakan setelah pemilik warung diinterogasi, diketahui kalai pemasoknya berasal dari Mustikasari.

Polisi menyita puluhan ribu botol miras oplosan berbagai macam merek serta ratusan zat pewarna, cairan soda, ribuan botol alkohol berkadar tinggi dan dua toren air untuk mengoplos miras.

“Kami sempat kewalahan, karena jumlah miras yang diamankan dari rumah pelaku terlalu banyak, kita libatkan warga sekitar untuk membantu proses evakuasi barang bukti,” kata Umar.

Kini petugas kepolisian masih melakukan pengembangan terhadap wilayah lainnya yang juga diduga menjadi tempat penyimpanan dan penjualan miras oplosan.

“Untuk omset nya sekiatar puluhan juta rupiah tiap transaksi,” kata Umar.

Kini kedua pasutri telah diamankan di Polres Metro untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

(saban/sir)