Friday, 23 June 2017

Rekayasa Lalu Lintas di Jalur ‘Neraka’

Selasa, 21 Maret 2017 — 5:00 WIB

PROYEK pembangunan sarana transportasi sedang digeber pemerintah. Dampak dari pengerjaan tersebut, terjadi kemacetan luar biasa karena terjadi penyempitan jalan serta aaktivitas bongkar muat barang-barang proyek. Kemacetan parah terjadi setiap hari hingga proyek selesai.

Dampak kemacetan luar biasa dirasakan masyarakat setiap hari terutama di waktu-waktu jam sibuk, pagi serta sore. Publik mafhum, pembangunan sejumlah proyek baik transportasi massal, underpass ataupun jalan layang, bertujuan positif yaitu mengurangi kemacetan lalu lintas.

Ada beberapa titik lokasi proyek, berimbas kemacetan panjang berjam-jam, dan jalan raya ibarat jalur ‘neraka’. Sebagai contoh, pengerjaan double-double track Kereta Api di Jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat. Praktis hanya satu lajur yang bisa digunakan pengendara karena alat berat diparkir di badan jalan.

Kemacetan parah tentu berimbas pada masyarakat. Selain terlambat sampai ke tempat tujuan, juga potensi kerugian secara ekonomi karena bahan bakar kendaraan lebih boros. Publik memang memahami dampak kemacetan lalu lintas akibat pembangunan sarana transportasi. Meski begitu, masyarakat juga punya hak untuk tetap nyaman beraktivitas meski sedikit terganggu.

Oleh karena itu stake holder yang berkaitan langsung dengan aktivitas pembangunan maupun instansi yang bertanggungjawab pada kelancaran lalu lintas, harus mampu meminimalisir dampak dari aktivitas proyek pembangunan. Kemacetan bakal dihadapi warga selama berbulan-bulan bila tidak ada solusi yang dilakukan. Bila tidak ada upaya, sama saja hak publik terampas.

Guna meminimalisir parahnya kemacetan, langkah-langkah mendesak harus dilakukan misalnya aktivitas yang menggunakan alat berat dilakukan malam hari, rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan contra flow pada pagi dan sore saat jam sibuk. Selain itu jalur bus TransJakarta juga bisa digunakan dengan sistem buka-tutup.

Hal yang tak kalah penting, jangan henti sosialisasikan tentang adanya aktivitas sebuah proyek supaya masyarakat bisa menghindari titik kemacetan dan mencari jalan alternatif. **