Saturday, 29 April 2017

Saksi: Orang Bisa Gunakan Apapun untuk Berbohong

Selasa, 21 Maret 2017 — 11:27 WIB
Sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) oleh PN Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian. (ikbal)

Sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) oleh PN Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Saksi ahli bahasa, Rahayu Sutiarti, dihadirkan kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (AHok) pada sidang lanjutan kasus penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017). Sutiarti menegaskan bahwa dalam pidato tidak menunjukkan bahwa Al Quran sebagai alat kebohongan.

“Karena Al Quran tidak bisa bohong. Tapi orang bisa menggunakan apapun (termasuk Al Quran) untuk berbohong,” katanya.

Guru Besar Linguistik Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, ini berpendapat Ahok dalam pidatonya, kata ‘pakai Al Maidah’ bukan bermakna menggunakan Al Maidah karena tidak merujuk Al Maidah.

“Seandainya pembicara menggunakan kata ‘merujuk’ berarti Al Maidah sumber (kebohongan). Tapi dia tak menggunakan kata tersebut,” tegas Sutiarti.

(Baca: Hakim Batasi Waktu Kuasa Hukum Ahok)

Sutiarti beragngapan maksud terdakwa dalam kata ‘dibohongi pakai’ itu adalah merujuk kepada orang-orang yang sengaja menggunakan Al Maidah. Hal ini dia katakan karena merujuk pada pengalaman sebelumnya.

“Karena pada pengalaman sebelumnya, di Buku Merubah Indonesia, terdakwa sudah cerita ada orang-orang yang menggunakan ayat tersebut untuk maksud tertentu,” jelasnya. (ikbal/yp)