Wednesday, 13 December 2017

Selama Januari-Maret, 771 Kendaraan Diderek di Jaksel

Selasa, 21 Maret 2017 — 10:26 WIB
Petugas TRC Sudinhub Jaksel menderek kendaraan yang di parkir di bahu jalan di kawasan Setiabudi. (Rachmi)

Petugas TRC Sudinhub Jaksel menderek kendaraan yang di parkir di bahu jalan di kawasan Setiabudi. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan memacu penderekan sebagai efek jera untuk mengatasi parkir liar. Sejak Januari hingga pertengahan Maret, 771 kendaraan diderek dengan retribusi denda sekitar Rp385,5 juta.

Sedangkan pada 2016, aksi penderekan di Jaksel mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1,6 miliar dari 3.176 kendaraan.

“Penderekan sebagai salah satu upaya dalam mengurai simpul-simpul kemacetan akibat parkir liar sehingga dapat melancarkan mobilitas masyarakat,” kata Kepala Sudinhub Jaksel, Christianto, Selasa (21/3/2017).

Dalam tiga bulan terakhir ini, pihaknya menggelandang 771 kendaraan pribadi dan angkutan umum karena kedapatan diparkir di bahu jalan ataupun angkutan umum yang kerap mengetem di jalan. Selain itu petugas juga melancarkan operasi cabut pentil (OCP) terhadap motor, mobil pribadi dan angkutan umum yang membandel dengan memarkirkan kendaraannya di area terlarang.

Christianto menjelaskan setiap kendaraam yang diderek dikenakan denda Rp500.000 per hari sesuai Perda DKI Jakarta No 3 tahun 2012 tentang Retribusi Daerah. Jika pemilik lambat mengurusnya, denda akan bertambah setiap hari.

“Untuk menghindari denda derek yang membengkak, pemilik kendaraan selayaknya cepat membayar denda ke kas daerah supaya kendaraannya bisa segera diambil,” ujar Christianto.

Seperti diketahui belum lama ini seorang pemilik kendaraan mengamuk dan menghancurkan dua mobil derek yang diparkir di halaman kantor Sudinhub Jaksel di Jln MT Haryono, Pancoran. Pria itu kesal karena harus membayar denda Rp2,5 juta padahal ia hanya memiliki uang Rp400 ribu dan itupun hasil mengutang ke temannya.

Kasudinhub Jaksel menambahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) jajarannya menyisir sejumlah lokasi rawan parkir liar mulai kawasan Tebet, Kuningan Setiabudi, Melawai, Mampang Prapatan hingga TB Simatupang.

“Petugas yang ditempatkan di TRC tetap disiagakan piket pada akhir pekan untuk membantu kendaraan yang mogok. Ataupun manakala ada bantuan untuk penderekan saat banjir, kebakaran atau hal darurat lainnya,” tuturnya.

(rachmi/sir)